Lembah Hijau Rumbia, Sulap Kayu jadi Bermutu


Lembah adalah wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan. Lembah yang biasanya digunakan sebagai sumber mata air ternyata bisa disulap menjadi destinasi wisata. Jika kalian memilih untuk berlibur di Provinsi Sulawesi Selatan, cobalah untuk berkunjung ke kabupaten Jeneponto. Di sana ada sebuah kampung dengan panorama yang indah.

Lembah Hijau Rumbia. Sekilas, kita akan mengira bahwa kawasan ini penuh dengan pepohonan rindang, suasana serba hijau, dan dikelilingi oleh bukit. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, namun tak pula sepenuhnya benar.

Ini bukan lembah biasa. Lembah yang satu ini merupakan perpaduan antara seni kriya dan tempat wisata. Berawal dari bambu, menjadikan tempat yang satu ini terkesan unik dibandingkan tempat wisata lainnya. Oleh sebab itu, kawasan ini punya julukan tersendiri dari masyarakat sekitar, yaitu Kampung Bambu.

Untuk sampai ke Lembah Hijau Rumbia alias Kampung Bambu, kalian harus menempuh perjalanan sekitar 90 kilometer dari kota Makassar dengan durasi waktu sekitar 3-4 jam. Cukup jauh memang, namun tak ada penyesalan ketika sampai di tujuan.

Sesampainya di Kampung Bambu, kalian akan disuguhi panorama yang indah. Jalanan di sekitar kawasan ini dipenuhi pohon bambu. Terdengar suara sapi sesekali. Mata pun ikut takjub tatkala memandang bambu-bambu tersebut telah disulap menjadi benda yang unik.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kawasan ini memiliki keunggulan tersendiri karena dirancang khusus dengan menggunakan kreativitas dan jiwa seni yang tinggi. Terbukti, Kampung Bambu telah meraih penghargaan di bidang lingkungan, yaitu apresiasi SATU Indonesia AWARDS 2016.

Berawal dari lahan luas yang gersang dan tandus lalu kemudian disulap oleh masyarakat setempat menjadi sebuah kawasan cantik dan berdaya guna.Dengan menjadikan bambu sebagai bahan utama, masyarakat sekitar berinisiatif menyulap keluarga bambu tersebut menjadi kawasan wisata yang elok.

Kawasan wisata ini cocok bagi kalian yang cinta dengan benda-benda estetik dan seni. Kawula muda yang hobi swafoto juga sangat direkomendasikan berkunjung ke sini. Yang suka renang juga cocok karena tersedia kolam renang di sini.

Lahan yang cukup luas menjadikan Lembah Hijau Rumbia tidak hanya menjadi destinasi wisata saja, melainkan cocok pula digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti rapat kerja tahunan suatu intansi, latihan dasar kepemimpinan atau musyawarah besar organisasi, syukuran keluarga, kegiatan pramuka, reuni, arisan, hingga acara lainnya yang berkonsep ruang terbuka (outdoor). Semuanya dapat diselenggarakan di lemba hijau nan cantik ini. Komplit, kan?

Biaya masuk Lembah Hijau Rumbia bisa dibilang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000,- untuk anak-anak dengan tinggi badan di bawah 90 CM dan Rp10.000,- untuk anak-anak dan orang dewasa yang tinggi badannya melebihi 90 CM.

Setelah itu, kalian puas menikmati wisata ini. Terdapat rumah yang didesain dari bambu, musalla dari bambu, plus gazebo yang terbuat dari daun rumbia. Yang paling menarik adalah mulai dari kursi, meja, dinding, hingga pintu dalam kawasan ini semuanya juga terbuat dari bambu. Sayang sekali jika tidak diabadikan.             
                                                  
Bukan hanya bambu, di sini kalian juga  akan menemukan kursi yang terbuat dari ban bekas. Intinya, kawasan ini sangat menakjubkan dan bikin kita betah berlama-lama di dalamnya. Yakin, ga tertarik?

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Lembah Hijau Rumbia. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ainun Mubin Misbah ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Lembah Hijau Rumbia, Sulap Kayu jadi Bermutu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel