Masjid Agung Walisongo Sebagai Ikon Kota Demak


Masjid Agung Demak atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Walisongo merupakan tempat yang kiranya wajib dikunjungi bila berada di Kota Demak. Masjid yang menjadi sentral pariwisatanya Demak ini berlokasi di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Masjid Agung Demak telah berdiri sejak tahun 1401 Saka atau didirikan pada abad ke-15 Masehi oleh Raja Kesultanan Demak pertama yakni Raden Patah bersama dengan walisongo.
Masjid yang telah menggema namanya sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia ini hingga sekarang masih berdiri kokoh dan indah.

Masjid Agung ini menjadi saksi sejarah perkembangan peradaban Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa karena konon masjid indah ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama yang menyebarkan agama Islam.

Hal yang membanggakan bagi Kota Demak, selain menjadi tonggak sejarah perkembangan Islam yaitu, Masjid Agung Demak dicalonkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.

Selain sebagai tempat ibadah dan berziarah, Masjid ini menjadi objek wisata Kota Demak yang cocok bagi semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa. Pihak pengelola masjid maupun pemerintah daerah telah mengelola barang peninggalan masjid dengan dibangunnya museum di kawasan sekitar Masjid Agung Demak, hal tersebut dapat memudahkan para pengunjung untuk melihat barang barang peninggalan sejarah seperti saka guru, saka tatal, saka majapahit, pintu bledeg dan benda-benda peninggalan sejarah lainnya.

Masjid ini tidak tertutup bagi para pemeluk agama lain meski hanya sekedar untuk berfoto dan melihat barang peninggalan yang diabadikan di museum.
   
Arsitek yang menggarap rancangan bangunan Masjid Agung Demak ini tidak meninggalkan kesan tradisional di dalamnya. Bangunan dari Masjid Agung Demak  itu sendiri berbeda dengan masjid lainnya pada masa itu yang lebih menonjolkan kebudayaan persia dengan bentuk kubah yang dimilikinya.

Atap dari masjid agung sendiri memiliki bentuk limas bersusun tiga yang melambangkan akidah Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Selain itu, terdapat 12 tiang penyangga yang menyokong bangunan masjid, 4 buah buah tiang penyangga diantaranya langsung dibuat oleh walisongo dan 8 lainnya merupakan pemberian dari raja kerajaan majapahit.

Arsitektur tradisional masjid tersebut terlihat sederhana namun terkesan megah, indah, menawan dan mampu membuat orang takjub hanya dengan melihatnya.

Demikianlah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Masjid Agung Walisongo. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Giza Arifkha Putri ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,


18 Responses to "Masjid Agung Walisongo Sebagai Ikon Kota Demak"

  1. Wah, dapat memberikan tambahan wawasan tentang Masjid Agung Demak nich. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. Keren artikelnya... Jadi nambah wawasan 😍

    BalasHapus
  3. Situs Warisan Dunia... luar biasa.

    BalasHapus
  4. Gud artikel πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  5. Dapat menambah wawasan tentang sejarah masjid agung Demak

    BalasHapus
  6. Keren bget artikelnyaπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  7. Jadi bangga menjadi warga Demak yang memiliki situs bersejarah. Artikelnya sangat bermanfaat dan keren menewen...😍

    BalasHapus
  8. Jadi bangga menjadi warga Demak yang memiliki situs bersejarah. Artikelnya sangat bermanfaat dan keren menewen...😍

    BalasHapus
  9. Informatif..πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. Masjid Agung Demak emang jadi salah satu tempat favorit buat sholat πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  11. Bangga saya jdi orang Demak. πŸ™ Jarang jarang orang mau mengangkat sejrah mengenai Demak. Ayo ramaikan Kota Demak. Maju! Semangat MbakπŸ‘

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel