Mau Tahu Betawi, Ayo!

DKI Jakarta atau singkatan dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan kota yang ditetapkan sebagai Ibukota Indonesia. Sayangnya terancam Ibukota tersebut akan dipindahkan ke Palangkaraya, Kalimantan Timur.

Sejak saat itu, Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan pusat perekonomian. Banyak yang merantau di kota tersebut untuk mengadu nasib. Jakarta mulai berubah dari yang sangat sederhana menjadi mewah dan metropolitan.

Sayangnya, kita jarang bertemu dengan budayanya. Hal yang sering terlihat di mata adalah modernisasi Jakarta. Kalian tahu Suku Betawi? Jarang ya melihat mereka disana. Kini lebih banyak suku perantau.

Tahu Gambang Kromong? Tari Ronggeng? Rumah Adat Kebaya? Lenong? Itu adalah empat di antara banyaknya kekhasan daerah Betawi. Belum logat hingga pantun. Kalian harus tahu bahwa orang Betawi mahir berpantun. Belum ke adat pernikahan. Wah, banyak ya. Yang mana nih yang harus dibahas? Baik, kita mulai dari...

Suku.

Betawi adalah suku dari Jakarta. Logatnya selalu berakhiran e kuat sehingga bahasa Indonesia diganti menjadi bahasa mereka. Terkadang hampir dikira bahasa gaul. Padahal berbeda bahkan dari cara bicara juga jauh berbeda.

Kata Apa menjadi Ape
Kata Saya menjadi Gua
Kata Kamu menjadi Lu

Dan lain-lain. Gua menjadi gue dan Lu menjadi Lo jika dimasukkan ke dalam bahasa gaul.

Kedua adalah pertunjukkan Seni Musik. Kita sudah jarang melihat Gambang Kromong. Saya lebih mengenal ke salah satu alat musiknya yaitu Taehyan. Gambang Kromong dimainkan secara grup dan tentu ada lagu daerah khusus.

Kemudian Tari Ronggeng. Tari ini berasal dari Betawi dan ditarikan oleh wanita. Merupakan tarian utama yang dikenal selain Tari Topeng. Bukan Tari Topeng khas Jawa lho.

Busana yang dipakai oleh penari adalah baju lengan panjang, rok di atas pergelangan kaki (jauh di atas itu), selendang, dan khasnya adalah semacam hiasan berbentuk lingkaran pipih dan semacam ada manik-manik memanjang di kepala. Rambut disanggul.

Belum kekhasan mereka yaitu Rumah Adat Kebaya yang bisa kalian lihat contoh rumahnya di TMII (Taman Mini Indonesia Indah), lalu Lenong. Apa itu Lenong?

Lenong adalah acara seni teater bertema lelucon. Pokoknya yang lucu-lucu ada disini. Logatnya juga mendukung. Khas Betawi sekali.

Ada juga lagu daerah mereka yaitu Kicir-Kicir, Jali-Jali, dan Ondel-Ondel. Nah, yang terakhir nih, lagu Ondel-Ondel. Tahu Ondel-Ondel? Sudah jarang muncul di Jakarta. Boneka besar tinggi yang di dalamnya ada orang dan ada yang memanfaatkan untuk mencari uang dengan berkeliling juga menjadi budaya yang harus dilestarikan.

Belum lagi adat pernikahan yang mengharuskan ada roti buaya dalam ukuran besar. Bukan dibunuh buayanya untuk jadi roti lho. Hahaha.

Sebenarnya masih banyak budaya Betawi yang belum kita jelajahi. Belum lagi Seni Beladiri mereka yaitu Pencak Silat. Beladiri yang dibanggakan orang Betawi yang rata-rata suku ini mahir mempelajari dan menanamkan dalam dirinya.

Di antara banyak budaya, yang lebih dikenal oleh DKI Jakarta adalah Ondel-Ondel. Menurut saya, selain itu adalah Gambang Kromong dan Lenong. Jujur, saya belum pernah menyaksikan langsung dua kekhasan daerah Betawi ini.

Tertarik mengetahui kekhasan daerah, boleh cari di internet untuk mengetahui mana yang 'masih ada' di Jakarta. Aduh, sedih sekali ditanda kutip. Jika 'masih' ada, bolehlah datang ke DKI Jakarta untuk menyaksikan. Ayo pertahankan budaya Betawi, Suku terjarang ekspose padahal kita sudah tahu kotanya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Betawi. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Salma Sakhira Zahra ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Mau Tahu Betawi, Ayo!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel