Melestarikan Budaya Daerah sebagai Wujud Cinta Negeri


Indonesia adalah negara yang kaya. Anugerah luar biasa dari pencipta semesta bisa kita nikmati, bukan hanya alamnya tetapi juga warisan adat dan budaya. Budaya ketimuran masih melekat di tubuh bangsa ini. Meski perkembangan jaman yang semakin pesat, tetapi melalui dunia pendidikan tetap ditanamkan bagaimana mencintai dan tetap menjaga adat istiadat, budaya, dan juga kekayaan yang dimiliki oleh bangsa tercinta ini.

Indonesia adalah negeri yang gemah ripah loh jinawi, dimana air mengalir tiada henti, tanah gembur mudah ditanami, dan hasil bumi yang tiada habisnya jika dikonsumsi anak cucu kita. Hal tersebut memiliki syarat jika penggunaan kekayaan alam tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sewajarnya tanpa ada pihak-pihak yang serakah untuk mengeksploitasi demi kepentingan diri dan kelompoknya.

Demikian juga adat dan budaya yang kita miliki sangat beraneka ragam. Bersyukurlah kita memiliki beberapa pulau dengan ciri khas masing-masing daerahnya. Meskipun banyak ragamnya, tetapi ini akan menjadi kekayaan bangsa yang patut kita banggakan dalam kancah internasional.

Berbagai upaya memang sudah dilakukan oleh beberapa pihak dan juga pemerintah untuk memperkenalkan budaya kita kepada dunia luas. Kreativitas yang dimiliki anak bangsa juga semakin menambah cara kita untuk mendongkrak potensi wisata yang kita punya. Namun sayangnya, tidak sedikit dari generasi kita sendiri yang enggan untuk menyentuh budaya yang sudah mengakar pada nenek moyang kita tersebut.

Sebut saja beberapa jenis kesenian yang sudah ada di sekitar penulis, namun budaya ini tidak bisa berkembang pesat, bahkan hampir punah karena pelaku keseniannya sendiri sudah semakin berkurang.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelaku kesenian berkurang diantaranya, meninggalnya pecinta seni yang sudah lanjut usia, melakukan migrasi demi mendapatkan perekonomian yang lebih baik, dan kurangnya perhatian dari berbagai pihak terhadap perkembangan seni dan juga pelaku seni itu sendiri.

Meskipun begitu, kesenian ini masih tetap saja ditampilkan pada beberapa acara, khususnya pada kegiatan hari-hari besar. Inilah ragam kesenian di daerah penulis yang hampir punah.

1. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo adalah kesenian tradisional yang sudah terkenal berasal dari kabupaten Ponorogo. Namun, kabupaten tempat tinggal kami berbatasan langsung dengan asal kesenian yang sempat menjadi perebutan dengan negara tetangga ini.

Oleh sebab itu, kesenian ini masih sering ditampilkan pada beberapa momen tertentu, contohnya pada saat peringatan HUT RI. Kesenian yang menceritakan kisah perebutan cinta Dewi Sanggalangit oleh Raja Kelana Sewandana dan Singobarong ini menjadi kesenian yang masih banyak peminatnya.

2. Jathilan

Jathilan adalah sebuah tarian yang ditampilkan oleh sekelompok penari perempuan dengan menaiki jathil atau semacam bentuk kuda yang dibuat dari anyaman bambu. Meskipun menampilkan sisi ketegasan tetapi keindahan dari tarian jathilan ini bisa kita nikmati dari gerakannya yang gemulai.

3. Sentewere

Sentewere hampir menyerupai jathilan. Namun, penari pada kesenian sentewere adalah sekelompok laki-laki yang menaiki kuda-kudaan dengan gerakan yang sangat atraktif. Penari sentewere juga membawa cambuk untuk menambah kegarangan dari tarian ini. Kesenian ini juga diiringi tetabuhan gamelan yang rancak dan semarak.

4. Gemblukan

Kesenian yang satu ini sudah sangat jarang ditampilkan di daerah kami. Padahal, ini merupakan salah satu kekayaan budaya yang bisa kita banggakan dan bisa menjadi daya tarik wisatawan jika masih terpelihara.

Penari pada kesenian ini biasanya terdiri dari laki-laki yang membawa tetabuhan berbentuk tabung. Mereka membunyikan musik tersebut sambil menari dengan rancak. Musik iringannya juga ada, melalui tetabuhan yang dibunyikan oleh pemusik yang masuk dalam rombongan gemblukan tersebut.

Itulah beberapa kesenian yang pernah ada bahkan masih kita lestarikan di wilayah kami. Hanya saja dukungan dari pemerintah dan juga pihak-pihak terkait untuk melestarikan kesenian ini sangat penting supaya berbagai kesenian tersebut tidak musnah.

Selain itu, sebagai generasi muda Indonesia harus mau untuk mencintai dan melestarikan budaya dan juga kesenian yang ada di wilayahnya masing-masing karena itu merupakan salah satu wujud dari rasa mencintai negeri ini.

Demikian artikel yang ditulis oleh Hika Anggarani tentang Melestarikan Budaya Daerah. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

0 Response to "Melestarikan Budaya Daerah sebagai Wujud Cinta Negeri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel