Mempertahankan Budaya Janger



Janger atau disebut sebagai Damarwulan; Jinggoan merupakan pertunjukkan rakyat sejenis ketoprak dan ludruk. Pertunjukkan ini berkembang di wilayah Banyuwangi. Janger ini berbeda dengan Janger Bali, meski menggunakan pakaian dan musik Bali. Janger ini lebih menggunakan bahasa daerah setempat (Using).

Keunikan teater janger ini selain terdapat paduan unsur Jawa dan Bali, para pejuang kemerdekaan pada masa revolusi, kerap kali menyamar sebagai seniman Janger untuk mengelabui Belanda dan para mata-matanya.

Dari keunikan ini, Janger terpilih sebagai warisan budaya dari delapan budaya Jawa Timur yang kini sedang diajukan ke UNESCO agar diakui sebagai warisan budaya dunia. Hal ini di sampaikan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selain itu, budayawan dan pengamat seni, prof Dr I Made Bandem, berpendapat bahwa kesenian Janger yang bersifat klasik masih perlu dipertahankan. Sebab Janger sekarang telah mengalami berbagai bentuk kreasi dan kombinasi, sehingga keabsahan Janger klasik menjadi terlupakan.

Sebagai warisan budaya, tentu mempertahankan budaya janger klasik secara khusus menjadi hal yang wajib dilakukan. Apalagi kepada para remaja sekarang. Anak milenial tentu tidak akan tahu seperti apa warisan yang condong telah berubah dari bentuk aslinya.

Sebab mereka (remaja) hanya berkutat di dunia digital saja, tanpa memikirkan bahwa mereka memiliki warisan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Dan juga, memberikan edukasi dan menanamkan pemahaman mengenai janger di ruang lingkup pendidikan tentu perlu dilestarikan, sebab Janger sudah menjadi akar hidup dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi.

Sangat ironis jika Janger yang sudah lama bertahan hidup menjadi sirna dari tahun ke tahun, karena tidak ada yang peduli dan menjaganya. Sekali lagi, mempertahankan kesenian Janger wajib dilakukan sebagai warisan lakon satu-satunya di bumi Nusantara.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Janger. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ikrom F. Santri PP. Annuqayah daerah Lubangsa ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,



0 Response to "Mempertahankan Budaya Janger"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel