Mengenal Macam-Macam Budaya Bali dan Contohnya


Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa yang beragam dengan karakteristik masing-masing. Pulau Dewata ini salah satunya, mempunyai suku dengan ciri khas yang tidak dimiliki suku lain, yaitu namanya Suku Bali.

Suku Bali adalah suku bangsa yang mayoritasnya tinggal di Pulau Bali, sisanya terdapat di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Lampung, Bengkulu dan daerah penempatan transmigrasi asal Bali lainnya. Mereka memiliki kebudayaan yang sangat tinggi dan masih dijaga hingga sekarang ini.

Budaya Bali

Budaya Bali dapat diartikan sebagai bentuk kebiasaan atau cara hidup sekelompok orang Bali terdahulu yang diwariskan secara turun temurun untuk generasi selanjutnya. Budaya Bali  sendiri sangat banyak dan beragam.

Bali terkenal akan seni tari, seni pertujukan, dan seni ukirnya. Ada berbagai aktivitas seni yang dapat mereka lakukan tidak lepas dari kesibukannya sebagai petani, pedagang, kuli dan sebagainya. Orang Bali melakukan kesenian mulai dari menari, bermain musik, melukis, memahat, menyanyi dan sebagainya.

Budaya Bali dan Contohnya

Berikut ini jenis-jenis budaya Bali dan contohnya;

Bahasa
Bahasa Bali adalah bahasa yang dipakai secara luas sebagai alat komunikasi dalam berbagai aktivitas di dalam rumah tangga dan di luar rumah tangga  yang  mencakupi berbagai aktivitas kehidupan sosial masyarakat Bali.

Bahasa Bali memiliki variasi yang cukup rumit karena adanya sor-singgih atau tingkatan-tingkatan bahasa yang ditentukan oleh pembicara, lawan bicara, dan hal-hal yang dibicarakan.

Dalam Bahasa Bali ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah cara membaca. Misalnya jika terdapat huruf “a” di akhir kata maka akan dibaca “e” seperti membaca “tante”. Sedang bila sebuah kata diakhiri dengan huruf “e” maka akan dibaca “e” seperti membaca “bule”.

Tidak heran ketika banyak nama orang Bali yang berakhiran “a” tetapi dibaca “e”.  Selain itu Bali juga terdiri dari 3 bahasa, yakni bahasa kasar, madya dan halus. Misal kita ambil kata “makan” untuk dijadikan salah satu contoh dari bahasa bali, kata makan apabila diartikan oleh Bahasa Bali adalah Medar, Ngiunan dan Ngajeng. Ketiga bahasa tersebut dimulai dari bahasa yang kasar, madya dan halus.

Dari ketiga Bahasa Bali tersebut adalah aspek atau faktor penting yang membedakan antar satu kasta dengan kasta-kasta yang lainnya. Karena, Bahasa Bali yang kasar pada umumnya digunakan oleh kaum-kaum sudra, kemudian Bahasa Bali yang madya digunakan oleh para Ksatria dan Waisya, dan Bahasa bali yang alus biasanya digunakan oleh para kaum Brahmana.

Kepercayaan
Sebagian besar suku Bali beragama Hindu. Banyak umat Hindu Indonesia tinggal di Bali, dan sebagian besar menganut kepercayaan Hindu aliran Siwa-Buddha, sehingga berbeda dengan Hindu India.

Para pendeta dari India yang berkelana di Nusantara memperkenalkan sastra Hindu-Buddha kepada suku Bali berabad-abad yang lalu. Masyarakat Bali lalu mengombinasikannya dengan kepercayaan yang mereka miliki.

Suku Bali yang telah ada sebelum gelombang migrasi ketiga, dikenal sebagai Bali Aga, sebagian besar menganut agama berbeda dari suku Bali pada umumnya. Mereka mempertahankan tradisi animisme.

Kesenian Ukir
Kesenian ukir adalah kesenian yang khas dari Pulau Bali. Banyak hasil seni ukir yang digunakan sebagai bagian dalam tempat suci, pembuatan rumah, dan juga sebagai pajangan atau oleh-oleh. Pada umumnya, pembuatan ukiran Bali biasanya menggunakan kayu jati, moja gaung, dan kayu cempaka.

Selain kayu, ada juga yang menggunakan batu padas. Kesenian ukir batu padas biasa digunakan dalam pembangunan tempat suci dan kelengkapan di dalamnya. Selain itu, seni ukir batu padas juga biasanya digunakan untuk membuat cendera mata.

Seniman ukir batu padas banyak ditemui di Desa Belayu, Tabanan. Seniman ukir yang sudah terbiasa membuat ukiran, biasanya bahan yang akan diukir tidak perlu digambar, melainkan langsung diukir.
Namun, bila kita baru mulai belajar mengukir, sebaiknya menggambar desainnya terlebih dahulu.

Setelah itu, bisa diterapkan desain tersebut pada kayu atau batu yang ingin diukir. Proses mengukir ini dilakukan dengan palu dan satu set pahat ukir dalam berbagai ukuran. Sesuaikan ukuran pahat dengan motif yang ingin diukir.

Kayu yang sudah selesai diukir kemudian dihaluskan melalui proses finishing hingga siap digunakan atau dijual. Ada beberapa daerah di Indonesia yang juga memiliki seni ukir selain Baali. Ciri khas dari seni ukiran Bali yang membedakannya dengan daerah lain, yaitu motif daun, bunga, dan buah yang merupakan perpaduan bentuk cembung dan cekung.

Ciri khas lainnya berupa adanya benangan yang melingkar sampai lahir ujung-ujung yang ikal pada ukiran. Beberapa desa di Bali yang terkenal dengan seni ukirnya adalah Desa Mas – Ubud, Desa Peken Belayu, Desa Tangep – Mengwi, Desa Marga – Tabanan, dan Desa Guwang – Sukawati. Motif kesenian Bali yang khas ternyata merupakan salah satu hasil peninggalan zaman kerajaan terdahulu.

Motif ini semakin lama semakin mengalami kemajuan seiring perkembangan zaman sehingga muncul berbagai variasi motif yang baru.

Kesenian Tari
Suku Bali juga terkenal akan seni budayanya. Kekayaan seni budaya Suku Bali sangat beragam, salah satunya yaitu seni tari.   Berikut dibawah penjelasan tentang berbagai macam tarian tradisional bali, yaitu:

1. Tari Panji Semirang
Tari Panji Semirang ini adalah tarian yang melambangkan seorang putri raja yang bernama Galuh Cadrakirana, yang mana putri raja itu menyamar menjadi seorang laki-laki sesudah kehilangan suaminya.

Ia kemudian mengganti namanya menjadi Raden Panji, maka dari itulah tarian tersebut disebut dengan Tari Panji Semirang. Tarian Panji Semirang ditarikan oleh penari wanita.

2. Tari Pendet
Tari Pendet adalah tarian yang dimainkan untuk penyambutan kedatangan para tamu-tamu undangan dengan menaburkan bunga-bunga, Tari Pendet dimainkan oleh seorang wanita, dan penari-penari Tari Pendet ini memiliki senyuman yang sangat manis.

Tarian ini biasanya hanya digunakan ketika ada acara-acara ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan-penyambutan kepada para dewa yang turun ke bumi.

3. Tari Kecak
Tari kecak adalah tarian yang sangat terpopuler di daerah Pulau Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan anggota dari kalangan laki-laki, yang mana tarian ini dimainkan sambil duduk dan melingkar.

Tari Kecak ini menceritakan tentang kisah cerita Ramayana ketika barisan seekor kera membantu Rama untuk melawan Rahwana.

Lagu yang mengiringi tari kecak ini diambil dari ritual-ritual tarian sanghyang, yang mana sanghyang ini tradisi tarian dan penari-nya itu akan berada dibawah alam sadar (Tidak Sadar), melakukan hubungan komunikasi dengan tuhan atau dengan roh (Arwah) para leluhurnya, lalu menyampaikan harapan-harapan yang di inginkan-nya kepada masyarakat.

Kesenian Musik
Kesenian musik di Bali salah satunya Gamelan Bali. Gamelan Bali memiliki beberapa perbedaan dengan gamelan pada umumnya, baik itu dalam bentuk maupun cara memainkannya. Gamelan Bali biasanya di tampilkan sebagai pengiring suatu pertunjukan kesenian di Bali, baik bersifat sakral maupun hiburan.

Gamelan Bali tetap memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya sedikit berbeda dengan gamelan jawa, salah satunya adalah cara memainkan instrumennya. Bila di bandingkan dengan permainan gamelan jawa, Gamelan Bali dimainkan dengan tempo yang lebih cepat.

Gamelan Bali biasanya sering digunakan untuk mengiringi upacara keagamaan dan hiburan. Dalam keagamaan, Gamelan Bali biasanya ditampilkan untuk mengiringi berjalannya upacara keagamaan atau mengiringi tarian tradisional yang bersifat sakral.

Selain itu dalam hiburan, Gamelan Bali biasanya ditampilkan sebagai pertunjukan musik maupun pengiring berbagai kesenian yang bersifat hiburan yang ada di Bali. Gamelan Bali merupakan salah satu alat kesenian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Bali.

Untuk itu kesenian gamelan ini masih terus dilestarikan dan diajarkan secara turun temurun oleh masyarakat di Bali hingga sekarang ini.

Kalender Bali
Kalender Bali atau kalender Saka adalah sebuah kalender yang digunakan di Bali. Kalender ini disusun berdasarkan revolusi Bumi terhadap matahari dan juga revolusi Bulan terhadap Bumi. Sistem penanggalan pada kalender bali yaitu Era Saka yang berawal pada tahun 78 Masehi dan biasanya disebut juga penanggalan Saliwahana.

Kalender ini merupakan sebuah penanggalan surya atau kalender lunar sistem, namun untuk penyesuaian dengan musim dilakukan penambahan satu Bulan atau beberapa hari (interkalasi), setiap beberapa Tahun, Berhubung Bulan-Bulan dalam kalender Saka hanya terdiri dari 30 hari, maka tahun baru disesuaikan setiap tahunnya untuk mengiringi daur perputaran Matahari.

Berbagai unsur lokal telah dilakukan dalam penyusunan kalender Saka agar sesuai dengan kultur budaya, adat dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat lokal di Bali. Unsur lokal yang disusun pada kalender Saka biasanya menjadi patokan ritual keagamaan, hari baik dalam melakukan pekerjaan, menanam padi (agraria), membangun rumah (arsitektur), meramal watak seseorang (psikologi), meramal finansial seseorang, hingga detail-detail segala kegiatan masyarakat penggunanya. Di Bali, sistem ini kemudian dituangkan dalam lontar-lontar wariga.

Huruf (Aksara Bali)
Aksara Bali atau dikenal dengan hanacaraka, adalah salah satu aksara tradisional Nusantara yang berkembang di Pulau Bali, Indonesia. Aksara ini umum digunakan untuk menulis bahasa Bali dan bahasa Sanskerta. Dengan adanya sedikit perubahan, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa Sasak yang digunakan di Lombok. Aksara ini berkerabat dekat dengan dengan aksara Jawa.

Aksara Bali memiliki 47 huruf. Untuk terjemahan Sanskerta atau kata serapan dari bahasa Sanskerta dan Kawi menggunakan keseluruhan set huruf yang ada sementara Bahasa Bali yang Murni biasanya ditulis dengan 18 huruf konsonan dan 7 vokal saja.

Huruf untuk menulis bahasa Sanskerta dan Kawi ini umum diucapkan setara dengan padanan Bali-nya, walau dalam bahasa Sanskerta huruf-huruf tersebut merepresentasikan bunyi yang berbeda. Misalnya dalam pengucapan vocal panjang seringkali dibaca pendek, karena bahasa Bali tidak membedakan arti kata dari panjang vokal.

Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat bali disebut dengan Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar ini adalah puntu masuk menuju istana raja yang merupakan rumah adat bali juga, Gapura Candi Bentar dibuat dari batu yang berwarna merah dan diukir oleh batu cadas.

Balai Benggong posisinya terletak di sisi kanan dan Balai Wantikan ini posisinya terletak pada sisi sebelah kiri. Balai Benggo ialah tempat peristirahatan raja dan keluarganya, sedangkan Balai Wantikan ini ialah tempat pagelaran kesenian.

Rumah adat bali biasanya berisi hiasan pernak-pernik, ukiran-ukiran dengan warna yang alami dan patung-patung simbol ritual. Bangunan rumah adat bali ini biasanya terpisah-pisah sehingga bangunan rumah adat bali ini menjadi banyak bangunan-bangunan kecil dalam satu wilayah.

Pakaian Bali
Pakain adat bali untuk laki-laki biasanya berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang.

Sedangkan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala.

Perhiasan-perhiasan yang digunakan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang.

Senjata Tradisional
Untuk menutup artikel ini, ada satu lagi budaya Bali yang tidak kalah uniknya, yaitu senjata tradisional.

Pada setiap masing-masing daerah pasti memiliki yang namanya dengan senjata tradisional, yang mana senjata tradisional itu ketika zaman dahulu dipergunakan dengan baik untuk berperang melawan musuh-musuh yang menyerang diri kita atau biasanya digunakan sebagai alat pelengkap ketika adanya kegiatan resmi.

Menurut filosofi yang ada, keris bali ini dilihat sebagai simbol dari nilai ajaran-ajaran tentang kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka mempunyai hari-hari tertentu untuk beribadah ketika akan merawat kesucian keris pusaka yang dimiliki olehnya.

Keris ini dijadikan sebagai peralatan perang penduduk Bali, kegunaannya selain untuk melindungi diri, keris ini bisa mewakili seseorang didalam suatu undangan pernikahan/perkawinan. Menurut dari kepercayaan-kepercayaan penduduk Bali, apabila keris pusaka ini direndam didalam air putih maka akan bisa menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan-gigitan binatang yang memiliki bisa.

Dari penjelasan diatas, dapatlah dikatakan bahwa Indonesia sejatinya merupakan negara yang sangat kaya. Berbagai macam perbedaan dari Sabang hingga Merauke menyatu dalam keberagaman Bhineka Tunggal Ika. Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yaitu sukunya. Untuk itu mengenal budaya merupakan salah satu dari cara untuk menghargai perbedaan yang ada.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Bali dan Contohnya. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh I Kadek Rian Abi Purna ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Mengenal Macam-Macam Budaya Bali dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel