Mengintip Sedikit Cerita Rasulan


Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan suku bangsa. Salah satunya adalah suku jawa. Masyarakat jawa tentunya tidak akan asing dengan salah satu kegiatan yang dilakukan setahun sekali ini. Kegiatan tersebut ialah bersih desa.

Ada berbagai macam penyebutan untuk acara bersih desa tersebut. Salah satunya adalah rasulan. Secara detailnya rasulan adalah kegiatan bersih desa yang dilakukan setahun sekali dengan ketentuan hari yaitu rabu pahing atau kamis pahing. Sedangkan untuk bulannya sendiri bebas boleh dilaksanakan pada bulan apa saja.

Rasulan sendiri diawali dengan kegiatan kondangan di rumah kepala dusun pada malam rabu pahing ataupun kamis pahing sesuai dengan pilihan hari pelaksanaannya. Pada malam tersebut, masyarakat akan berdatangan ke rumah Pak Kadus untuk melaksanan kondangan atau banyak dari masyarakat yang menyebutnya dengan istilah sedekah bumi. Bersamaan dengan hal itu , mereka juga melaksanan tirakatan sampai pagi hari.

Di pagi harinya, Ibu-Ibu akan membuat makanan dirumah masing – masing untuk acara siang hari. Setelah mereka selesai membuat makanan, biasanya mereka akan melihat pertunjukan tayuban yang dilaksanakan di sumur keramat desa mereka.

Pertunjukan tayuban yang ada di sumur biasanya berlangsung sekitar satu jam. Mulai dari habis dzuhur sampai dengan jam 13.00. Pada saat itu mereka akan dihibur dengan aksi karawitan para ledek dan piyaganya. Ledek adalah sebutan bagi penyanyi sekaligus penari karawitan.

Ketika bunyi gong mulai ditabuh masyarakat akan berbondong - bondong mendatangi pertunjukan itu. Mereka berlomba – lomba membawa anak- anaknya untuk di mintakan cium dan gendong terhadap para ledek. Mereka beranggapan bahwa dengan dicum dan digendong oleh para ledek anak – anak akan tumbuh cantik ataupun ganteng.

Ngomong – ngomong sebelum dipakai untuk acara biasanya masyarakat akan membersihkan dahulu sumur keramat tersebut. Mereka beranggapan bahwa  penghuni sumur tersebut adalah sosok halus yang menjaga kedamaian desa mereka. Oleh karena itu, mereka membersihkan dan melaksanakan tayuban disana.

Setelah acara tayuban di sumur selesai, mereka lalu melakukan kondangan atau sedekah bumi lagi ke rumah Pak Kadus. Biasanya mereka akan pulang mengambil makanan dahulu lalu dibawanya ke rumah Pak Kadus.

Sesampainya dirumah Pak Kadus makanan tersebut akan di kondangi lagi dan dipimpin oleh kepala dusun setempat. Baru setelah kondangan selesai mereka melanjutkan lagi acara tayubannya di rumah Pak Kadus. Jadi bisa dikatakan bahwa tayuban dan kondanganya dilakukan dua kali.

Tayuban atau banyak juga yang menyebut ledekan itu dilaksanakan sampai pukul 18.00. Semua masyarakat desa berkumpul disana untuk menyanyi dan berjoget bersama para ledek. Baik laki laki maupun perempuan, bapak – bapak ataupun ibu – ibu turut larut dalam kemeriahan acara tersebut. Mereka bebas request lagu jawa apa saja agar bisa dinyanyikan dan dijogetkan bersama. Setelah sekitar 4 jam mereka berjoget dan bernyanyi acara baru bisa selesai.

Dibalik kemeriahan dan kegembiraan masyarakat yang merayakan rasulan, ternyata ada banyak pihak diluar sana yang menganggap bahwa rasulan itu adalah hal negatif. Hal in dikarenakan masih berfikiran bahwa rasulan itu ajang zina.

Karena pada zaman dahulu kala, rasulan itu konon katanya dilaksanakan pada malam hari. Dan si ledek berhak dibawa pulang oleh laki – laki. Oleh karena itu banyak yang tidak setuju. Akan tetapi realisasinya sekarang jauh sekali tidak seperti itu.

Tidak ada yang namanya ledek  dibawa pulang. Acaranya pun juga dilaksnaakan pada siang hari. Masyarakat sudah semakin maju. Tentu fikiran mereka tidak akan sesempit itu. Lagipula ada aparat desa, mana berani masyarakat macam – macam. Oleh karena itu rasulan hanya ditujukan untuk perayaan bersih desa saja bukan yang lain.

Demikianlah tulisan mengenai Budaya Rasulan yang ditulis oleh Lusy Azizah Hapsari. Semoga karya tulisan ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

0 Response to "Mengintip Sedikit Cerita Rasulan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel