Wisata Budaya Sejarah Kota Tarakan Museum Rumah Bundar Saksi Bisu Perang Dunia II


Kota Tarakan, salah satu kota berbentuk pulau yang berada di Provinsi Kalimantan Utara. Sebagai salah satu kota penghasil minyak terbesar di Indonesia, Kota Tarakan dikenal sebagai kota yang dahulunya menjadi titik awal kedatangan Jepang ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sehingga Kota Tarakan mendapatkan julukan Pearl Harbor Indonesia. Sehingga Kota Tarakan terkenal dengan berbagai wisata budaya sejarahnya.

Salah satunya terdapat bangunan bersejarah yaitu, Museum Rumah Bundar yang menjadi saksi bisu Perang Dunia II. Bila anda berkunjung ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, jangan lupa berkunjung ke salah satu objek wisata bangunan bersejarahnya, yakni Museum Rumah Bundar di Jalan Danau Jempang untuk mengetahui bagaimana perjalanan kisah sejarah penjajahan Belanda dan Jepang saat di Kota Tarakan serta berbagai peninggalan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi saat masa itu.

Museum Rumah Bundar dibangun sejak 1930-an. Rumah Bundar merupakan salah satu peninggalan dari Belanda. Adapun pondasi rumah ini ternyata terbuat dari batu karang yang diambil dari Pulau Melulun yang dahulunya salah satu pulau bagian daerah Tarakan, namun sayangnya akibat pengerukan yang terus dilakukan oleh pasukan Belanda sebagai bahan baku pembuatan bangunan menjadikan pulau tersebut tidak ada lagi.

Pada tahun 1945, Rumah Bundar digunakan sebagai rumah tinggal bagi tentara Australia untuk sementara waktu sebelum kembali ke negaranya. Tentara Australia dalam sejarah kelam Perang Dunia ke II merupakan sekutu pasukan Belanda dalam melakukan agresi penjajahan di Indonesia.

Rumah seluas 6 x 12 itu kemudian difungsikan pada tahun 1945 oleh  tentara Sekutu sebagai pusat kegiatan untuk memperbaiki lingkungan di Tarakan yang rusak berat akibat Perang Dunia II saat melumpuhkan tentara Jepang.

Kota Tarakan menjadi daerah bersejarah karena tempat tentara Jepang pertama kali mendarat 1947. Kota Tarakan tercatat sebagai daerah palagan Perang Dunia II (World War II). Kekayaan sumber daya alam Kota Tarakan, yakni minyak tanah menjadi salah satu magnet bagi kekuatan asing untuk menguasai pulau itu.

Kekayaan tersebut juga jadi petaka karena mengobarkan peperangan melawan penjajah. Dalam dokumen sejarah tercatat bahwa perang di Tarakan lebih sengit ketimbang Perang Pearl Harbor di Hawai. Namun peperangan yang terjadi di Hawai tersebut lebih terkenal dibandingkan peristiwa yang terjadi di Kota Tarakan dikarenakan seringkali peristiwa tersebut dipublikasikan dalam dunia perfilman.


Setelah kemerdekaan Republik Indonesia rumah ini digunakan kembali oleh pejabat-pejabat Indonesia, namun sayang kelestarian rumah ini yang masih bertahan dari segi arsitekturnya hanya tersisa satu rumah, dan itu pun oleh Pemerintah Kota Tarakan dijadikan sebagai museum sejarah. Sedangkan rumah bundar lainnya, oleh pemiliknya sudah berubah bentuk kearah bangunan modern dengan menghilangkan bentuk aslinya.

Pernyataan mengenai daya tarik akan Museum Rumah Bundar dari salah satu staf Museum Rumah Bundar, mengatakan jumlah pengunjung lokal relatif sedikit yang datang. Justru pengunjung banyak berombongan datang dari kelompok mahasiswa dari luar daerah, rombongan pejabat dari Jakarta dan rombongan wisatawan mancanegara, khususnya Australia, Jepang dan Amerika.

Sehingga daripada itu perlunya sosialisasi secara mendalam kepada generasi-generasi selanjutnya mengenai wisata sejarah Kota Tarakan khususnya kepada putra-putri Kota Tarakan agar tak melupakan bagaimana perjalanan sejarah kota sendiri.

Perlunya ditumbuhkan minat berkelanjutan sehingga sejarah tidak hanya dalam bentuk tulisan namun juga menjadi salah satu ingatan agar tidak melalaikan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan para pejuang. Dengan begitu upaya melestarikan sejarah Indonesia dapat terwujudkan.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Museum Rumah Bundar Tarakan. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Pradini Agustina ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,


6 Responses to "Wisata Budaya Sejarah Kota Tarakan Museum Rumah Bundar Saksi Bisu Perang Dunia II"

  1. Bagus dan mudah dipahami... fighting

    BalasHapus
  2. Keren dan mudah dipahami (:

    BalasHapus
  3. Keren dan mudah dipahami (:

    BalasHapus
  4. Bagus, mudah dipahami. Keren๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  5. Bagus sekali, ini salah satu bagaimana kita mempromosikan budaya yang ada di Tarakan๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel