Museum Sangiran di Tanah Sukowati Sragen

Latar Belakang Museum Sangiran

Jika kita berbicara mengenai museum, maka kita akan kembali pada zaman dahulu. Museum adalah salah satu tempat yang ditujukkan untuk melihat dan mempelajari kehidupan atau kejadian pada masa lalu.

Tempat tersebut adalah peninnggalan-peninggalan yang perlu dilestarikan oleh pemerintah sekitar sebagai bahan edukasi atau pun bahan penelitian para ilmuwan. Oleh karena itu pemerintah daerah sangat gencar membuat aturan bagi para pengnjung agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar tata tertib saat melakukan kunjungan atau observasi atau berekreasi. Sehubungan dengan tat tertib tersebut, berbagai museum di indonesia terlihat sangat terjaga dan terawat, seperti yang ada di Sragen, Jawa Tengah.

Manusia purba yang hidup pada zaman dahulu hanya mengandalkan alam. Kehidupannya pun sangatlah sederhana bahkan pakaian saja hanya terbuat dari kulit pohon. Selain pakaian, kondisi fisik atau pun akal manusia purba belum sempurna, dapat dikatakan seperti Kera, soal akal manusia purba hanya memikirkan kehidupannya saja. Jadi manusia purba itu awal mula manusia atau rotasi pertama manusia hingga sampai sekarang ini.

Banyaknya museum yang ada di indonesia, membuat pemerintah menjadikan indonesia salah satu negara yang mempunyai nilai sejarah yang banyak.  Salah satu museum yang terkenal di Indonesia yaitu Museum Sangiran.

Museum ini sangat terkenal, bahkan dijadikan sebagai simbol rakyat Sragen. Museum Sangiran terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena itu penulis bermaksud menceritakan sedikit tentang keseluruhan Museum Purbakala Sangiran.

Rahasia di Balik Sangiran

Sangiran merupakan salah satu museum purba yang dimiliki Indonesia. Bahkan museum ini sudah diakui dunia, hampir 50%  fosil-fosil ditemukan oleh masyarakat sragen. Seiring dengan banyaknya ditemukan fosil manusia purba, oleh peneliti sekitar akhirnya membuat rekonstruksi gambaran manusia purba melalui fosil tersebut dan dibuatnya Museum Sangiran.

Selain itu sangiran merupakan destinasi wisata yang sangat menghasilkan bagi pemerintah kabupaten sragen, hampir 50% lebih penghasilan dari sektor wisata di dapat dari sangiran, pungkas Bupati Sragen, Yuni Sukowati. Tidak heran  jika sragen mengunggulkan nama sangiran dimata daerah lain atau bahkan dunia.

Dengan begitu pemerintah kabupaten sragen sangat gencar membuat aturan, bagi siapa yang mencuri, merusak akan mendaparkan sanksi bahkan hukuman, namun siapa saja yang bisa menemukan fosil fosil lain, akan diberi hadiah.

Penemuan fosil yang di temukan di sangiran ini bermula dari ekspedisi salah satu penelitian dari Belanda pada tahun 1883, pada saat itu hanya di temukan alat-alat manusia purba. Kemudian pada tahun 1934, oleh peneliti Belanda ditemukan fosil manusia purba dengan jumlah cukup banyak, akhirnya peneliti lain ikut dalam ekspedisi pencarian manusia purba, dan tepatnya pada tahun 1936 ditemukannya fosil hewan.

Penemuan ini menjadi daya tarik bagi warga sekitar untuk mencari fosil-fosil lainnya yang masih terpendam ditanah, akhirnya beberapa tahun kemudian warga sangiran menemukan kepala hewan dengan tanduk yang cukup besar seperti kepala kerbau, berikutnya ditemukan kaki hewan yang cukupbesar seperti kaki gajah.

Oleh karena itu warga sangiran berbondong bondong untuk menemukan fosil fosil yang masih terpendam ditanah. Salah satu keunikan dan menjadi simbol awal museum purba yaitu penemuan manusia purba Homo Erectus, dengan jumlah bagian tubuh 120 Individu.

Hal ini lah yang dijadikan pandangan dunia mengenai sangiran yang dijadikan salah satu museum purba ternama dimata dunia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya berbagai fosil manusia purba disekitar sangiran, dari berbagai daerah sangiran, sehingga oleh daerah lain sangiran dijadikan ladang fosil dalam kebudayaan Indonesia.

Sangiran Sebagai Destinasi Wisata Utama di Sragen

Di Sragen terdapat beberapa destinasi wisata yang menawarkan keberagaman keindahan dan keunikannya sampai sejarah didalamnya. Walaupun wisata di sragen begitu banyak, namun hal itu belum banyak diketahui oleh masyarakat sekitar, sehingga hanya menjadi tempat yang terbengkalai dan dijadikan mainan anak anak sekitar.

Selain itu warga sekitar ada juga yang dijadikan sebagai tempat untuk berkebun atau untuk mencari nafkah. Meskipun demikian pemerintah kabupaten Sragen harus lebih memperdayagunakan tempat yang cocok untuk dijadikan wisata, selain bermanfaat dan menguntungkan bagi pemerintah kabuoaten Sragen, juga dapat mempekerjakan warga sekitar.

Menjadi salah satu daerah dengan penghasil fosil manusia dan hewan purba yang banyak, tak heran jika Sragen memanfaatkan keuntungan ini untuk membuat destinasi wisata yang dikenal dengan Museum Sangiran.

Sangiran adalah salat satu penyumbang terbanyak kas di kabupaten Sragen, maka tidak heran jika Bupati Sragen, akan membuat peraturan bagi pengunjung saat datang ke Museum, dan juga memperbaiki sarana dan prasarana Sangiran untuk mengikat pengunjung di dalam daeraha atau diluar daerah.

Untuk sampai di Museum jika dari pusat Kota Sragen maka waktu untuk menempuhnya sekitar 30 menit, letak sangiran sendiri berada di ujung utara sragen. Meskipun letaknya berada dipedesaan wisata sangirang ini tidak pernah sepi pengunjung, bahkan hari hari tertentu berkaitan hari libur nasional pengunjungnya sampai ribuan.

Pengunjung ini kebanyakan dari luar daerah, di sekitar museum juga ada oleh oleh khas sangirang, seperti kaos, gantungan kunci dll. Sampai saat ini sangiran telah menambah ilustrasi manusia purba yang dibentuk para ahli dengan mengamati bentuk tulang tulang temuan warga disekitar sangiran.

Temuan tersebut dipublikasikan untuk dipamerkan ke masyarakat, agar masyarakat mengetahui bentuk atau kehidupan manusia purba jaman dahulu. Mengesankan memang museum sangiran, dengan keberagaman temuan fosilnya membuat pemerintah setempat berinisiatif untuk membuat museun dan sampai sekarang sudah banyak pengungjung yang datang ke Sangiran.

itulah tadi serangkaian artikel mengenai Museum Sangiran. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Zyainuri Adi Prasetyo ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Museum Sangiran di Tanah Sukowati Sragen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel