Sejarah dan Fakta Musik Patrol Jember


Patrol: musike  wong  jember!

Musik patrol Jember memang tidak se-terkenal seperti budaya dari daerah lain, seperti tari kecak dari Bali, kesenian Reog Ponorogo, dan Ondel-ondel dari Jakarta. Kesenian musik patrol dari Jember hanya ada pada waktu-waktu tertentu, tidak bisa setiap saat untuk bisa menemukan tradisi musik Patrol Jember ini. Tradisi musik patrol ini hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan saja, tidak seperti budaya daerah lain yang bisa ditemukan setiap saat.

Apa sih musik patrol itu?

Musik patrol adalah sebuah seni musik yang dimainkan secara bersama- sama layaknya permainan sebuah gamelan. Namun, permainan musik patrol berisi dengan tabung kayu yang biasa disebut sebagai kentongan yang biasanya dipakai oleh petugas ronda malam.

seiring berjalannya waktu, saat ini kentongan dimodifikasi menjadi berbagai ukuran agar menghasilkan bunyi dan nada tinggi yang berbeda- beda pula. Selain itu, musik permainan musik patrol biasanya juga disertai dengan permainan seruling (itulah yang membedakan musik patrol jember dengan Madura yang menggunakan  saronen)

Sebenarnya, musik patrol adalah musik atau tabuhan yang digunakan warga jember untuk membangunkan warga untuk sahur pada bulan Ramadhan. Biasanya, sambil melakukan tabuhan, warga juga sambil mendendangkan lagu- lagu Banyuwangi- an dan Madura- an supaya tidak bosan dan monoton.

Sejarah Musik Patrol

Pada awalnya, musik patrol berasal dari kebiasaan masyarakat Jember yang suka memelihara burung Merpati. Mulai saat itu, masyarakat Jember mulai terbiasa dengan alat musik ketuk. Alat musik ketuk itulah yang biasanya digunakan untuk memanggil merpati- merpati untuk pulang dan kembali masuk ke sarangnya.

Selain itu, alat musik ketuk berkembang menjadi pertanda adanya pencurian, bencana alam, dan pertanda lain. Selanjutnya, karena warga jember mayoritas adalah muslim, maka kentongan berfungsi untuk membangunkan orang  sahur ketika bulan Ramadhan.

Perkembangan Musik Patrol

Saat ini, musik patrol  yang dulunya hanya sebagai pertanda suara yang tidak berirama, saat ini sudah berkembang menjadi musik yang indah. Dengan sedikit modifikasi, yaitu dengan membuat kentongan tadi menjadi beberapa ukuran yang sedikit berbeda agar mengahasilkan nada tinggi dan rendah sesuai ukurannya.

Saat ini, musik patrol berkembang pesat, bahkan sampai terbentuk grup-grup musik patrol sendiri. Setiap grup musik patrol ini, memiliki kelebihan masing-masing.


Biasanya, grup musik patrol mengikat seperti kalung atau hanya ditaruh diatas gerobak( gerobak yang dimodifikasi khusus untuk membawa musik patrol) atau juga hanya dibawa dengan tangan kosong berbagai macam kentongan yang dimiliki, supaya bisa dibawa dengan mudah oleh pemain.

Sekian penjelasan dari Miftahul Jannah tentang Musik Patrol Jember, terima kasih. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

0 Response to "Sejarah dan Fakta Musik Patrol Jember"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel