Mengenal Noken Papua

Noken Papua
Siapa yang tak mengenal Papua? Papua adalah pulau terbesar di Indonesia, yang beribu kotakan Jayapura. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya, kemudian nama tersebut tetap digunakan secara resmi hingga kemunculan Undang-Undang No.21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus Papua mengamanatkan nama Irian Jaya diganti menjadi Papua.

Papua merupakan provinsi terluas Indonesia, yang sejak tahun 2003 di bagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap menggunakan nama Papua sedang bagian baratnya menggunakan nama Papua Barat.

Bicara mengenai kekhasan daerah, Papua merupakan daerah yang kaya akan kekhasan daerah. Adapun beberapa kekhasan daerah Papua seperti Tari, Lagu Daerah, Kuliner, Rumah Adat, Upacara adat, Seni, dan sebagainya. Papua juga dikenal memiliki banyak keunikan salah satunya adalah Noken, seperti yang akan kita bahas pada artikel ini.

Mengenal apa itu Noken


Noken merupakan tas rajut tradisional masyarakat Papua, yang terbuat dari serat kayu, dan asli buatan mama-mama di Papua. Bukan seperti tas pada umumnya yang diletakan di pundak, Noken memiliki letak unik untuk membawanya yaitu di kepala.

Karna keunikannya ini, tepat pada tanggal 4 Desember 2012 noken telah diputuskan sebagai warisan budaya Dunia tak Berbenda oleh UNESCO di Prancis, yang tujuannya untuk melindungi dan mengembangkan kebudayaan tersebut.

Fungsi Noken


Tak jauh beda dengan tas pada umumnya, Noken di pergunakan dalam aktivitas membawa kebutuhan sehari-hari. Adapun Noken berukuran kecil disebut Mitutee yang biasanya digunakan untuk membawa barang pribadi.

Noken yang berukuran sedang disebut Gapagoo yang biasanya digunakan untuk membawa barang belanjaan yang jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dan Noken yang berukuran besar disebut Yatoo yang biasanya digunakan untuk membawa beragam hasil pertanian seperti petatas, ubi dan keladi. Uniknya, tak jarang kita dapat menemukan mamak-mamak di Papua menggunakan Noken untuk menggendong bayi bahkan anak babi.

Filosofi Noken Papua


Bagi masyarakat Papua, Noken merupakan simbol perdamaian dan kesuburan. Para wanita di Papua sejak kecil sudah harus belajar membuat Noken, karna membuat Noken dapat melambangkan kedewasaan anak tersebut.

Noken melambangkan kedewasaan, oleh sebab itu bisa membuat Noken merupakan syarat untuk menikah. Hal ini juga mendasari makna kesuburan dari Noken, jika dilihat dari bentuk dan fungsinya yang mampu membawa banyak barang. Ini disebut mirip dengan kandungan perempuan yang berisi janin bayi.

Dalam sebuah Noken juga terkandung makna keselarasan dengan alam. Makna tersebut dapat dilihat dari bahan baku dasar serta pewarna alami yang di pakai untuk membuatnya. Noken dibuat dari bahan dasar berupa kulit kayu yang biasanya di ambil dari pepohonan yang tumbuh liar di hutan. Pohon yang biasa di gunakan yaitu Pohon Yonggoli, Pohon Huisa, Pohon Nawa, Anggrek hutan, Manduam, atau pepohonan liar lainnya.

Membuat Noken adalah dengan cara manual alias tidak menggunakan mesin. Pertama-tama, kulit kayu di keringkan, dipilah seratnya, dan kemudian dipintal menjadi benang. Selanjutnya baru di rajut secara manual. Proses pengerjaannya mulai dari 1 minggu hingga berbulan-bulan tergantung proses, besar kecil Noken, juga motif rajutan.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Noken merupakan tas tradisional masyarakat Papua yang memiliki berbagai fungsi serta filosofi. Noken dapat pula diartikan sebagai kekayaan alam yang dimiliki oleh Papua.

Jika berbicara mengenai kekayaan dan keunikan masyarakat papua memang tak akan ada habisnya, karna Papua dan Papua barat sendiri memiliki lebih dari 250 suku yang berbeda. Itulah artikel yang ditulis oleh Fitri Kusumaningtyas. Semoga bermanfaat!

15 Responses to "Mengenal Noken Papua"

  1. Wah, bertambah lagi wawasan saya tebtang indonesia tumur. Mantabb makasih

    BalasHapus
  2. Nice banget . . . Sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang budaya Indonesia bagian timur

    BalasHapus
  3. Luar biasa, warisan budaya Indonesia. Kita perlu mempromosikan, salah satunya lewat media artikel ini.

    BalasHapus
  4. Luar biasaaaa kak. Budaya memang harus selalu kita lestarikan, melalui artikel ini menjdi salah satu cara untuk melestrikan budya trsebut.

    BalasHapus
  5. Sangat menarik dan bermanfaat,, semoga tdk akan hilang warisan budaya kita, mari kita kembangkan melalui artikel ini,,,, semangat

    BalasHapus
  6. Sangat bagus dan menarik,, semoga dg artikel ini kita bisa terus melestarikan budaya indonesia,, papua salah satunya,,semangat

    BalasHapus
  7. Sangat bagus dan menarik,, semoga dg artikel ini kita bisa terus melestarikan budaya indonesia,, papua salah satunya,,semangat

    BalasHapus
  8. Artikel yang seru untuk di baca. Lanjutkan artikel tentang budayanya

    BalasHapus
  9. Wahh sangat bermanfaat untuk menambah wawasan. Semoga admin bisa memperkenalkan budaya-budaya Indonesia lainnya yang orang tidak banyak tahu.

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat sekali, semoga dengan adanya artikel artikel tentang budaya indonesia ini kita dapat lebih mengetahui berbagai macam budaya yg ada di indonesia, dan semoga budaya di indonesia tidak hilang dimakan oleh zaman. Lanjutkan miin

    BalasHapus
  11. Dikirain cuma tas biasa, ternyata punya filosofi tersendiri. Kereeennn👏

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Mantap nian 👍👍👍Lanjutkan 😃

    BalasHapus
  13. Keren banget. Semoga kelak orang indonesia bisa mengenal lebih dalam tentang pulau cendrawasih ini. Biar makin dikenal dunia. Adatnya sebenarnya memukau ga kalah sama budaya di pulau lain.Keren banget dipelajari. Semangat autor. Saran mungkin gambarnya bisa lebih diperbanyak. Terimakasihhh��

    BalasHapus
  14. Keren banget kak. Jadi tau banyak tentang noken. Semangat kak!

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel