Parade Ogoh-ogoh dimalam Pengrupukan (Perade ogoh-ogoh Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941,2019)


Bali adalah daerah pariwisata paling popular diIndonesia. Mengapa demikian, karena Bali memiliki sejuta potensi yang sangat menarik. Selain dari sektor pariwisatanya, Bali juga dikenal akan keindahan budayanya yang masih terjaga dengan apik.

Disaat banyaknya pengaruh kebudayaan modern yang saat ini terjadi. Bali masih sanggup mempertahankan kebudayaan asli  mereka. Keaslian kebudayaan Bali inilah yang manarik minat wisatawan, baik domestic maupun mancanegara.

Salah satunya yang sangat menarik adalah “Parade ogoh-ogoh”. Parade ogoh-ogoh ini sangat dinantikan masyarakat Bali, mengingat parade ini hanya diadakan 1 tahun sekali untuk merayakan hari raya Nyepi.

Biasanya parade ini diadakan pada saat malam pengrupukan atau malam sebelum melaksanakan tapa Nyepi. Ogoh-ogoh ini dibuat oleh seniman-seniman dari setiap banjar. Untuk pembuatan ogoh-ogoh ini memakan waktu dua hingga tiga bulan, tergantung tingkat kesulitan ogoh-ogoh itu sendiri dan bentuk ogoh – ogoh yang diinginkan.

Menurut kepercayaan orang Bali, ogoh-ogoh ini merupakan gambaran tokoh jahat dari pribadi manusia itu sendiri. Sehingga bentuk dari ogoh-ogoh itu sendiri menyerupai naga, garuda, burung,tokoh-tokoh jahat dan juga ada yang berbentuk dewa.

Dahulu kala ogoh-ogoh hanya dibuat untuk ditempatkan di depan Pura masing-masing Banjar. Sebagai bentuk kemenangan manusia dalam menghilangkan aura-aura negative dalam diri manusia sebelum menjalankan prosesi pati geni nyepi.

Tapi kini, ogoh-ogoh dijadikan ajang perlombaan antar banjar. Untuk itu setiap banjar akan membuat ogoh-ogoh semenarik mungkin. Biasanya yang dijadikan penilaian lomba adalah cerita yang dibawakan, kekompakan kelompok banjar, dan pastinya bentuk dari ogoh-ogoh itu sendiri.

Pemuda-pemudi banjar yang akan menyajikan pertunjukan tersebut secara kelompok. Pertunjukan yang apik dan bentuk dari ogoh-ogoh yang menarik bisa menjadi nilai plus sendiri dalam penilaian nanti.

Selain pengunjung asli penduduk Bali itu sendiri, biasanya para wisatawan mancanegara juga sangat antusias dengan parade ini. Mengingat parade ogoh-ogoh ini sangat jarang ditemukan kecuali pada hari raya nyepi. Parade ogoh-ogoh ini seperti memiliki magnet tersendiri, selain karena bentuk ogoh-ogoh yang yang menarik, jalan cerita yang dibawakan juga bisa menjadi daya tarik.

(Salah satu bentuk pertunjukan ogoh-ogoh).

Parade ini digelar mulai pukul enam sore sampai selesai atau sebelum pati geni nyepi dilaksanakan. Tak ayal, biasanya selama parade ini berlangsung sangat meriah karena hampir seluruh masyarakat yang tinggal di Bali akan menyaksikan pertunjukan ini.

Secara garis besar, cerita yang dibawakan masing-masing banjar mengenai kisah “melebur sifat-sifat BUTA KALA sebelum tapa brata penyepian”. Selama pertunjukan masyarakat akan disajikan berbagai aksi dari masing-masing banjar mulai dari seni gamelan bali yang khas hingga tarian-tarian bali yang variatif.

Biasanya  setelah diperlombakan, ogoh-ogoh akan dikumpulkan jadi satu ditepi pantai kemudian dibakar bersama-sama sebagai bentuk manusia telah berhasil melawat sifat jahat dalam dirinya. Pembakaran ini dilaksanakan setelah tapa brata penyepian, atau hari dimana pelaksanaan nyepi telah usai (ngembak geni).

 Bersamaan ini biasanyan juga diadakan perayaan pasar majelangu, dimana masyarakat akan banyak menemukan barang-barang khas bali dari usaha kelas menengah yang diperjualbelikan dipasar tersebut. Untuk didaerah Kuta sendiri, perayaan pasar majelangu diadakan di kawasan pantai Kuta. Antusias masyarakat yang besar, membuat pasar majalengu selalu ramai pengunjung.

Untuk dapat meyaksikan serangkaian acara ini, diharapkan wisatawan datang sebelum perayaan nyepi dilaksanakan . Karena setiap pelaksanaan pati geni Nyepi maka seluruh masyarakat Bali dilarang beraktivitas diluar rumah, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Bali.

Dan inilah salah satu keunikan dari Bali, khususnya pada saat pelaksanaan nyepi. Bali mampu membius semua orang untuk berhenti beraktivitas diluar ruangan, sehingga Bali seperti kota mati selama 24 jam.

Karena semua kegiatan mulai dari perekoniman, transportasi, listrik, sampai pariwisata berhenti beroperasi. Jika ingin berwisata ke Bali untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh dan ikut melaksanakan pati geni Nyepi, diharapkan datang pada perayaan hari raya Nyepi atau sekitar bulan Maret setiap tahunnya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Parade Ogoh-ogoh Bali. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Darwensy ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Parade Ogoh-ogoh dimalam Pengrupukan (Perade ogoh-ogoh Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941,2019)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel