Pasar Bandeng sebagai Kearifan Lokal Unik Di Jawa Timur


Kebudayaan selalu memiliki eksistensi tersendiri dalam setiap daerah, dimana kebudayaan itu keanekaragaman yang dibentuk oleh suatu masyarakat yang melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya.

Indonesia memiliki berjuta budaya yang menjadi ikon dari daerah tertentu, sehingga keanekaragaman itu hal yang sangat wajar dan perlu kita jaga. Budaya juga mencangkup tradisi yang dilakukan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk menjaga warisan turun temurun dari nenek moyangnya.

Tradisi dalam setiap daerah pasti memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Itu semua dipengaruhi oleh kondisi geografis dan juga letak wilayah dari daerah tertentu, sehingga suatu tradisi khas akan muncul mendominasi daerah tersebut.

Setiap masyarakat akan memiliki suatu cara tersendiri untuk melestarikan dan menurunkan suatu tradisi kepada generasi berikutnya, baik itu secara otodidak maupun belajar.  Salah satu daerah yang memiliki tradisi unik dan keberadaannya sudah sangat lama adalah daerah Jawa Timur, lebih spesifiknya adalah Kabupaten Gresik.

Bisa dibilang tradisi turun temurun ini merupakan akulturasi dari budaya islam dengan budaya maritim, yang unik adalah keberadaannya yang hanya terjadi satu tahun sekali. Tradisi yang unik tersebut bernama “Pasar Bandeng”, mungkin untuk orang-orang wilayah Jawa Timur sudah tidak begitu asing dengan tradisi ini.

Namun, untuk wilayah diluar Jawa Timur mungkin sedikit tidak tahu tentang tradisi unik ini, sehingga sedikit banyak saya akan mengulasnya di artikel yang saya buat ini. Pasar bandeng biasanya dilakukan pada malam ke-29 pada bulan ramadhan atau dua hari sebelum hari raya idul fitri dengan tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan islam.

Untuk tempatnya berada mulai dari Jl. Samanhudi sampai Jl. Basuki Rachmat atau lebih tepatnya berada di pasar inpress Gresik, para pengunjung begitu sangat ramai apabila sudah mencampai malam puncaknya, karena yang hadir sangat banyak juga penduduk non lokal.

Tradisi ini bukan hanya untuk melestarikan tradisi lokal penduduk setempat, tetapi ada fungsi ekonomi atau untuk era milenial bisa disebut bagian dari ekonomi kreatif yang berdampak memberi peluang bagi warga sekitar agar bisa membantu perekonomiannya.

Pada tradisi ini bukan hanya berjualan ikan bandeng yang berukuran sangat besar, namun ada pedagang yang menjual berbagai ke khasan Gresik baik itu hasil kreasi, makanan, mainan, dan masih banyak lagi. Intinya sebagai ajang untuk meningkatkan ekonomi dan juga pengenalan berbagai hasil karya maupun alam dari Gresik untuk wilayah luar Gresik.

Pasar bandeng sendiri memiliki cerita sejarah yang berhubungan dengan salah satu tokoh penyebar agama islam di Jawa, yaitu Walisongo. Pelopor dari tradisi pasar bandeng ini adalah Sunan Giri dimana ia memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat sekitar dengan melihat potensi wilayah Gresik yang sangat cocok sebagai pertambakan dan hampir sebagian wilayah Gresik berupa tambak.

Pada sekitar abad ke-15 Sunan Giri membantu perekonomian dengan membantu pemasaran hasil bumi Gresik melalui perdagangan yang sudah menjadi kebiasaan dari Sunan Giri. Mulai sejak itulah perekonomian dari masyarakat Gresik terangkat dan membaik dan masyarakat mulai bersemangat dalam membuat suatu cara untuk memasarkan hasil alam khususnya pertambakan.

Dan terciptalah pasar bandeng seperti yang dikenal sekarang. Uniknya dari pasar bandeng adalah ikan bandeng yang dijual disini berukuran sangat fantastis atau jumbo, dengan harga yang disesuaikan dan ikan bandengnya bukan hanya dari wilayah Gresik namun ada dari wilayah sekitarnya seperti Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto.

Dan puncak dari acara ini adalah ketika ada “Pelelangan Bandeng” dimana akan dicari kontestan pemilik bandeng terbesar dan terberat untuk bisa mendapatkan reward dari salah satu penjabat pemerintah Kabupaten Gresik.

Disisi lain juga pasar bandeng memiliki beberapa fungsi lain seperti, sebagai rasa syukur serta peringatan akan berakhirnya bulan ramadhan, untuk berbelanja kebutuhan hari raya yang akan datang bersama kerabat, untuk memberitahukan kepada khalayak bahwa Gresik memilik potensi pertambakan yang sangat baik, dan yang paling penting adalah untuk melestarikan budaya islam Sunan Giri akan tidak hilang dimakan waktu lebih-lebih tergeser ombak era milenial.

Selama ini pasar bandeng hanya diperkenalkan melalui duta pariwisata dan budaya Gresik saja dan hanya melalui beberapa media massa lainnya, sehingga kekurangan ini yang menjadikan tradisi unik dan berfalsafah ini kurang begitu populer dimata luar wilayah Gresik.

Supaya tradisi pasar bandeng tetap selalu ada dalam pangkuan kabupaten Gresik maka diharapkan masyarakat bisa saling bekerja sama untuk memperkenalkan ikon tradisi unik sebagai kearifan lokal kemata masyarakat luar terlebih bisa dikenal di kancah Internasional.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Pasar Bandeng Jawa Timur. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ratna Winarti ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Pasar Bandeng sebagai Kearifan Lokal Unik Di Jawa Timur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel