Pelancongan Jawa Timur



Jawa Timur, yang disebutkan dalam sastra bahasa Jawa  Hanacaraka , juga Bahasa Madura Jhabah Dhimor. Memang dianugerahi banyak destinasi wisata yang menarik pandang wisatawan asing, domestik foreign tourist (orang asing yang berdiam di suatu negara), domestic tourist (orang yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri), business tourist (orang yang melakukan perjalanan wisata setelah tujuan utamanya selesai)  maupun transit tourist (wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata ke suatu negara tertentu).

Itu menunjukan bahwa kualitas dan estetika destinasi wisata di arena Jawa Timur cukup atau bahkan lebih disorot masyarakat umum. Wisatawan akan disuguhkan dengan panaroma dari setiap sudut destinasi wisata yang melimpah ruah.

Yang dilengkapi pula dengan konsep statistik hotel dan akomodasi lainnya dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur yang berupaya memberikan jasa dan pelayanan mereka demi kenyamanan pengunjung objek wisata.

Meskipun pada akhir bulan tahun 2018 WISMAN ( kunjungan wisatawan mancanegara) mengalami penurunan dari 34.166 kunjungan menjadi 24.836 kunjungan. Namun pintu masuk juanda pada perkembangan bulan maret 2019 berhasil menaikkan 22,80 persen dibandingkan bulan februari, yaitu dari 17.561 kunjungan menjadi 21.565 kunjungan, data hasil BPS Provinsi Jawa Timur.

Berikut adalah beberapa titik destinasi yang menarik perhatian wisatawan asing dan domestik untuk singgah di berbagai spot besar, Jawa Timur.

1. Taman Nasional Bromo

“One best place for sunrise” itu adalah sebutan dari beberapa wisatawan yang masuk dalam ulasan anggota Trip Advisor. Musim kemarau menjadi waktu yang tepat untuk ikut menyaksikan keindahan matahari terbit dengan mata telanjang.

Destinasi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo tersebut, memiliki luas wilayah 50.276,3 ha. Dan mulai di resmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana. Dengan adanya pohon pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain, Cemara Gunung, Jamuju, Edelweis, dll.

Wisatawan juga akan melihat berbagai satwa seperti Luwak (Paradoxurus hermaphroditus),  Rusa ( Rusa timorensis), Ayam hutan merah (Gallus gallus), dan berbagai satwa langka lainnya seperti Elang Bondol, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Akses wisatawan pendaki disarankan untuk mengambil rute dari malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir dari Ngadas, yang juga sebagai tempat untuk melengkapi perbekalan, terutama persediaan air karena setelahnya tidak akan dijumpai sumber air.

Wisatawan akan dimanjakan pula dengan pesona berbagai gunung di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yaitu gunung Semeru, gunung Bromo, gunung Batok, gunung Kursi, gunung Watangan, gunung Wildodaren, gunung Linggo, gunung Penanjakan, gunung Pundak Lembu, gunung Gandera, gunung Ringgit, gunung Widangan, gunung Sumbersenami , gunung Pranten dan gunung Bajangan.

2. Kawah Ijen

“Internasional Tour de Banyuwangi Ijen” atau bisa disebut Tour de Ijen, adalah salah satu upaya menyelenggarakan event oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang sekarang sedang giat giatnya mempromosikan Kawah Ijen dalam daftar objek wisata.

Kawah yang memiliki eksotisme kawah asam terbesar di dunia ini, terletak di puncak gunung Ijen yang termasuk dalam golongan gunung berapi (Stratovolcano). Dan terakhir kali ber-erupsi pada tahun 1999.

Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.779 mdpl dan terletak berdampingan dengan gunung Merapi. Ia juga tersohor dengan fenomena ‘Si Api Biru’di Kawah Ijen-nya. Peristiwa yang dikenal pula dengan istilah ‘Blue Fire’ itu merupakan proses penguapan belerang yang terlihat berwarna biru terang saat malam hari.

Dengan kedalaman kawah 200 meter dan luas mencapai 5.466 hektar, kawah Ijen muncul dikarenakan akibat dari letusan gunung Ijen. Menurut catatan yang dilansir pengelola taman wisata alam kawah Ijen, gunung Ijen mempunyai riwayat meletus sebanyak 4 kali, yaitu pada 1796, 1817, 1913, dan terakhir pada 1936.

Sayangnya dalam catatan penelusuran Ahmadlbo/IndonesiaKaya masyarakat di sekitar kawah Ijen masih terbilang memiliki tingkat rendah ekonomi dengan hanya menjadi buruh angkut belerang yang setiap tahunnya gunung Ijen mengeluarkan belerang hingga berjuta-juta meter kubik.

Itu menjadi proyeksi pemerintah kabupaten Banyuwangi untuk ikut andil dalam proses pengembangan masyarakat di sekitar objek wisata kawah Ijen.

3. Jatim Park

“Famous Amusement Parks in Indonesia”, dengan 36 wahana yang mampu menjadikan nama JTP (Jawa Timur Park) melejit sebagai icon tempat rekereasi di wilayah Batu, Kota Malang. Wahana yang populer di antaranya kolam renang raksasa (dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring), spinning coastrer, drop zone, serta wahana edukasi seperti volcano dan galeri nusantara yang berisi tanaman agro, diaroma binatang langka, dan miniatur candi-candi.

JTP terbagi menjadi tiga resort wisata yaitu Jatim Park 1, Jatim Park 2, Jatim Park 3. Jatim Park 1 diibaratkan sebuah laboratorium interaktif raksasa yang bisa membuat pengetahuan wisatawan bertambah ketika mengunjunginya, JTP 1 juga menjadi resort pertama yang didirikan oleh Jawa Timur Park Group yang dilengkapi dengan fasilitas pengunjung Shuttle Car, pasar wisata, pasar bunga dan charger gratis. JTP 1 terletak di Jl. Dewi Sartika Atas, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Jawa Timur Park 2 lebih dikenal dengan ‘Batu Secret Zoo’. Mengusung konsep yang berbeda dari JTP 1, JTP 2 menyajikan atraksi kebun binatang interaktif yang super keren dari area yang berbeda, yaitu Museum Satwa, Secret Zoo, Eco Game Park. Wisatawan juga dapat berinteraksi denganbayi satwa yang imut di Baby Zoo.

Melihat kehidupan satwa air di Zona Aquarium. Dan mengenal berbagai jenis reptil di Reptil Garden. JTP 2 terletak di Jl. Oro-Oro Ombo, No. 9, Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Sedangkan Jawa Timur Park 3, akan menyuguhkan wisatawan dengan ‘Dinosaurus’ nya. Lebih tepatnya JTP 3 adalah tempat wisata untuk belajar mengenai kehidupan hewan purbakala. Wahana yang terdapat di ‘Dino Park’ ini adalah Museum Dino, 5 Zaman, The Rimba, dan Live with Dino. Ada pula wahana Ice Age, 6d Animasi, Jembatan Akar, dan lain lain. Dan JTP 3 atau ‘Dino Park’ ini terletak di Jl. Ir. Soekarno, No. 144, Beji, Junrejo, Kota Batu.

Tiga destinasi wisata Jawa Timur yang dijelaskan diatas mewakili  megahnya objek objek wisata di Jawa Timur seperti, Museum Angkot di Kota Batu, Pantai Klayar Samudera Hindia, Gili Labak di Sumenep, Taman Nasional Baluran di dua wilayah kota Situbondo dan Banyuwangi, Candi Penataran di Kediri, Air Terjun Coban Rondo di Batu, dan puluhan resort lain di berbagai wilayan pelancongan Jawa Timur.

Tidak sedikit pula dukungan dari DISKOMINFO (Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur) yang mendukung rencana strategis, rencana anggaran, dan rencana pembangunan yang siap digencarkan di seluruh pelosok wilayah Jawa Timur.

Sebagai bentuk penghargaan kepada objek wisata, DISKOMINFO juga memberikan anugerah AWJ (Anugerah Wisata Jawa Timur) untuk wisata alam kepada beberapa objek wisata seperti Kabupaten Malang ( Kebun The Wonosari), Kabupaten Probolinggo (Beejay Bakau) dan Kabupaten Tulungagung (Waduk Wonorejo) pada tahun 2013.

“Kegiatan ini untuk mendorong para pengelola untuk lebih mengembangkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing” Kata Kadisbudpar Jawa Timur Jarianto saat malam AWJ 2013 di wilayah Hotel Mercure Surabaya.

Tentunya penghargaan-penghargaan lain juga dinobatkan kepada objek objek wisata di Jawa Timur yang semakin bereksplorasi di tahun tahun berikutnya, bahkan hingga di era kemajuan IPTEK 2019 seperti sekarang. Salam Sejahtera Pariwisata Jawa Timur.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Wisata di Jawa Timur. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Maurin Tsuwaibatul Aslamiyah ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

4 Responses to "Pelancongan Jawa Timur"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel