Mengenal Lebih Dekat Keunikan Setia Hati sebagai Wadah Seni Pencak Silat di Madiun yang Harumkan Nama Indonesia Di Ajang Internasional

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam seni budaya khas daerah masing-masing. Bahkan melalui seni budaya tersebut mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Salah satu seni budaya yang terkenal di mata dunia tersebut yaitu pencak silat.

Pencak silat sudah banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Banyak perguruan pencak silat yang sampai saat ini masih berdiri. Hal tersebut menandakan masyarakat Indonesia juga turut melestarikan pencak silat di daerahnya masing-masing. Salah satu perguruan pencak silat tertua di Indonesia yaitu Setia Hati.

Perguruan pencak silat Setia Hati didirikan oleh Ki Ngabehi Suro Diwiryo atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Suro. Setia hati didirikan pada tahun 1903 di Madiun yang mulanya bertujuan untuk mendidik rakyat yang pada saat itu banyak yang belum bersekolah.

Perguruan tersebut juga bertujuan untuk menentang penjajahan Belanda. Saat ini terdapat dua perguruan Setia Hati yang besar di Madiun, yaitu Setia Hati Winongo dan Setia Hati Terate. Bahkan kedua perguruan Setia Hati tersebut telah banyak berkembang di daerah lain.

Kata “Setia Hati” dapat diartikan sebagai tekat hati yang bersih dan suci dalam menuju keselamatan. Ilmu yang diajarkan dalam perguruan pencak silat Setia Hati yaitu bagaimana cara keluar dari permasalahan hidup dengan menggabungkan kebutuhan jasmani dan rohani. Dua kebutuhan itu dilebur dalam berbagai gerakan indah untuk pertahanan diri yang disebut dengan pencak silat sebagai pertahanan lahir dan batin.

Untuk menjadi anggota Setia Hati ada proses yang harus dilalui yang dinamakan “kecer”. Proses kecer yaitu pengesahan untuk menjadi anggota Setia Hati setalah melalui beberapa proses sebelumnya.

Di dalam Setia Hati terdapat tiga tingkatan bagi anggotanya. Setiap anggota dipersilahkan untuk menempuh hingga tingkat ketiga sesuai kemampuan masing-masing. Semakin tinggi ilmu dan tingkatan, setiap anggota harus menjadi pribadi yang lebih baik terutama dalam hal budi pekerti.

Banyak hal yang diajarkan dalam perguruan pencak silat Setia Hati. Melalui seni dan olahraga pencak silat diberikan bekal berupa jurus-jurus yang digunakan sebagai pertahanan diri. Kerukunan antar anggota juga sangat ditekankan dalam Setia Hati.

Selain itu juga diajarkan untuk selalu berbuat baik terhadap sesama. Aspek kerohanian menjadi inti dalam Setia Hati sehingga akan membentuk pribadi seseorang yang berbudi luhur dan bertakwa kepada Tuhan YME.

Kesenian yang Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional

Indonesia mempunyai wadah bagi seluruh perguruan pencak silat di Indonesia yang bernama IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Perguruan pencak silat Setia Hati juga turut mencetak atlit-atlit yang berprestasi di ajang internasional.

Salah satu yang terbaru yaitu sumbangan medali emas oleh Aji Bangkit Pamungkas yang berasal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Masih banyak prestasi lainnya yang diukir baik dari perguruan pencak silat Setia Hati maupun perguruan lainnya.

Selain di bidang olahraga, kesenian pencak silat juga mendapat perhatian di luar melalui dunia hiburan. Iko Uwais merupakan salah satu aktor sukses dari Indonesia dengan kemampuan pencak silat yang dimilikinya.

Melihat prestasi dan potensi dari kesenian pencak silat, masyarakat Indonesia harus mampu melestarikan dan mengembangkan keunikan yang dimiliki. Selain menjadi salah satu kesenian Indonesia, hal tersebut dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia hingga mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Nah itulah tulisan dari Hafid Krisna Wijaya mengenai Pencak Silat Setia Hati. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

0 Response to "Mengenal Lebih Dekat Keunikan Setia Hati sebagai Wadah Seni Pencak Silat di Madiun yang Harumkan Nama Indonesia Di Ajang Internasional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel