Anjungan Daerah TMII: Rangkuman Kebudayaan Indonesia

Anjungan Daerah merupakan kawasan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang memuat rumah-rumah adat dari 33 provinsi di Indonesia. Kawasan ini dirancang dengan peletakan rumah adat mengelilingi miniatur arsipel Indonesia atau danau buatan dengan miniatur kepulauan Indonesia di dalamnya. Miniatur arsipel sendiri merupakan bangunan pokok dari TMII.

Denah Kawasan TMII. Anjungan Daerah ditunjukkan oleh kode huruf abjad pada legenda

Gagasan membuat TMII secara keseluruhan dicetuskan oleh Ibu Tin pada tahun 1970-an. Beliau menginginkan filosofi pembangunan negara secara utuh, yakni dengan membangun mental dan spiritual seiring berjalannya pembangunan fisik dan ekonomi pada era itu.

Oleh karena itu, TMII dibangun sebagai sebuah taman yang menggambarkan keindahan dan kebesaran Indonesia dalam bentuk miniatur, salah satunya diwujudkan dalam bentuk miniatur rumah adat dan kepulauan Indonesia.

Pembuatan kawasan ini dimaksudkan untuk merangkum seluruh ciri khas kebudayaan dari 33 provinsi dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada khalayak yang mengunjungi TMII. Kawasan ini tidak hanya memuat bangunan arsitektural tradisional khas tiap provinsi tetapi di dalamnya juga kental dengan kebudayaan daerah tersebut.

Bangunan tradisional yang sekarang termuat di kawasan ini berjumlah 33 meliputi seluruh provinsi mulai dari Aceh hingga Papua. Anjungan setiap provinsi menampilkan minimal tiga bentuk rumah adat khas daerah yang berada pada satu kawasan. Bentuk dari rumah adat dibuat seperti bentuk asli agar kekhasan setiap daerah dapat terwujudkan secara utuh.

Anjungan Daerah dilengkapi dengan panggung, auditorium, atau amfiteater sebagai fasilitas untuk pagelaran atau pertunjukan seni yang terkait dengan budaya daerah tersebut. Selain dalam bentuk seni, pelestarian budaya kuliner juga tampak di kawasan ini dengan adanya fasilitas berupa kafetaria atau warung yang menyajikan masakan Indonesia khas provinsi tersebut.

Adapula toko cenderemata yang menjual berbagai hasil kerajinan, peralatan kerajinan, dan cenderamata sebagai kenang-kenangan bagi para pengunjung.

Dari aspek pengelolaan, keberlangsungan anjungan berada di bawah pemerintah provinsi masing-masing daerah. Kondisi Indonesia yang sekarang sudah memiliki 34 provinsi dengan satu provinsi tambahan yakni Kalimantan Utara tentunya akan menambah formasi dari Anjungan Daerah.

Selama 5 tahun ke belakang, isi dari Anjungan Kalimantan Utara masih disatukan dengan Anjungan Kalimantan Timur. Perencanaan mengenai pengembangan anjungan provinsi tersebut sudah ada meskipun belum dirilis satu pun berita mengenai proses pembangunannya. 

Kegiatan bernuansa kedaerahan rutin dilakukan masing-masing anjungan, minimal sekali dalam sebulan. Berikut adalah beberapa event yang akan dilaksanakan di seputaran Anjungan dalam waktu dekat antara lain:

  1. Pekan Agustus 2019 dan Raflesia Art Performance di Anjungan Bengkulu (15 Agustus 2019)
  2. Lomba Tradisional 17 Agustus dan Lagu-Lagu Perjuangan di Panggung Candi Bentar (17 Agusutus)
  3. Gelar Pesona Seni Budaya Jawa Barat di Anjungan Jawa Bara (18 Agustus)
  4. Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur (18 Agustus)
  5. Pergelaran Sendratari Legenda Kaliputu dan Visualisasi Kira di Anjungan Jawa Tengah (18 Agustus 2019)
  6. Pameran Peragaan Pembuatan Kerajinan Khas Jawa Bara di Anjungan Jawa Bara (18 Agustus)
  7. Gelar Seni Pertunjukan Tradisi TMII di Sasono Langen Budoyo (23 Agustus)
  8. Pergelaran Seni Budaya Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur (24 Agustus)
  9. Mozaik Budaya Kalimantan Barat di Panggung Candi Bentar (24 Agustus)
  10. Pameran Batik Khas Jawa Barat & Festival Kuliner Jawa Barat di Anjungan Jawa Barat (24 Agustus)
  11. Gelar Pesona Seni Budaya Jawa Barat Anjungan Jawa Barat (25 Agustus)
  12. Festival Jaranan Jawa Timuran Anjungan Jawa Timur (25 Agustus)
  13. Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur (31 Agustus)
  14. Pekan Muharram 2019 di Anjungan Bengkulu (31 Agustus)

Dengan adanya Anjungan Daerah beserta fasilitas dan kegiatan di dalamnya, para pengunjung diharapkan dapat mengenali kebudayaan walau hanya dalam waktu kunjungan yang singkat. Selain itu, kawasan ini juga dapat digunakan sebagai alternatif pengobat rindu bagi para perantau yang ingin mengunjungi tempat bernuansa daerah aslinya.

Itulah serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Rangkuman Kebudayaan Indonesia . Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Yasmin Mumtaz ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Anjungan Daerah TMII: Rangkuman Kebudayaan Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel