Senandung Kematian Pada Hari Raya



Hari raya merupakan hari yang khusus. Hari khusus disetiap negara berbeda – beda tergantung kebudayaan dari negara tersebut. Pada umumnya hari raya ditandai dengan perayaan – perayaan kelompok tertentu dan biasanya diliburkan kantor atau sekolah.

Di indonesia, hari raya merupakan hari besar keagamaan. Agama adalah prinsip kepercayaan pada tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban- kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu . Agama- agama yang di akui di Indonesia yaitu agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hucu.

Setiap agama mempunyai hari besar keagamaan yang berbeda beda seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk yang beragama islam. Natal merupakan hari besar keagamaan untuk agama Kristen protestan dan katolik.

Hindu dan Budha memiliki hari raya nyepi dan waisak. Sedangkan menurut  Jimmy Yosadi (nama aslinya, Yang Chuan Xian), Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Sulawesi Utara, dalam portal tionghoa menegaskan bahwa Imlek adalah hari raya bagi umat penganut agama Konghucu.

Meski banyak pihak yang mengklaim Imlek sebagai perayaan kebudayaan Tionghoa, menurutnya itu hanya sekedar klaim semata tanpa dasar yang jelas. Sebab berdasarkan kitab suci agama Konghucu, sejarah, dan landasan filosofis, menurutnya sangat jelas bahwa Imlek itu merupakan hari raya agama Konghucu.

Khususnya untuk umat beragama Islam, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari besar keagamaan yang selalu dirayakan oleh umat islam di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Hari raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah.

Hari raya Idul Fitri juga sering disebut hari kemenangan karena pada hari ini umat islam seluruh dunia selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Disamping hari raya Idul Fitri, Idul Adha juga merupakan salah satu hari raya umat Islam yang jatuh pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji” karena bertepatan kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.

Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.

Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah. Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Binatang yang boleh untuk kurban adalah unta, sapi, kerbau, dan kambing. Setiap negara biasanya punya tradisi berbeda-beda dalam merayakan Hari Raya Idul Adha. Di Indonesia, hewan kurban yang sudah di sembelih biasanya akan dibagik-bagikan ke masyarakat di sekitar masjid yang melaksanakan qurban.

Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, masyarakat Maluku mempunyai tradisi unik dalam menyembelih hewan kurban pada perayaan lebaran Idul Adha. Pada pagi hari warga setelah melaksanakan sholat Ied dan  sore hari jelang penyembelihan hewan kurban, warga melakukan pawai hewan kurban keliling kampung warga setempat biasa disebut hadrat antar kambing.

Dalam tradisi ini, ratusan orang mulai dari orang tua dan muda hingga anak-anak, ibu-ibu majelis ta’lim beserta panitia kurban melalukan pawai hewan kurban keliling kampung sambil bersenandung atau menyanyikan salawat mengikuti suara rebana yang dimainkan.

Bukan saja hewan kurban yang di arak, ada juga carnaval turut memeriahkan tradisi tersebut, anak-anak meramaikan tradisi ini dengan membawa umbul-umbul warna-warni serta kostum unik mulai dari baju daerah, hingga kostum Polisi dan TNI namun pada umumnya mereka menggunakan pakaian serba putih.

Selain itu ditampilkan seni hadrat yang merupakan akulturasi dari budaya arab. Hadrat sendiri merupakan kolaborasi antara gerakan tubuh, tabunan rebana serta alunan shalawat Nabi Muhammad SAW.

Meski perjalanan terbilang jauh, rombongan tak pernah lelah untuk bersalawat diiringi suara rebana sambil diikuti majelis ta’lim, remaja dan anak-anak masjid yang tetap bersemangat untuk menari. Setelah hewan kurban di arak keliling kampung, kemudian diserahkan kepada panitia Mesjid setempat yang selanjutnya disembelih dan dibagikan kepada seluruh warga.

Tradisi mengarak hewan kurban keliling kampung diirimgi demgam nyanyian islami ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi itu merupakan warisan nenek moyang yang dilakukan oleh masyarakat maluku.

Antar hewan kurban bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan mempererat ukhuwah islamiah antara warga. Terlihat banyak warga dari perantauan berbondong-bondong pulang kampung demi hanya memeriahkan tradisi antar kurban ini.

Oleh karena itu, selaku masyarakat Maluku berharap agar tradisi budaya antar hewan kurban harus terus dilestarikan dan dijaga dari tahun ke tahun sehingga keberagaman budaya dapat terus ditingkatkan hingga ke generasi yang akan datang.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Hari Raya Berbagai Agama. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Fittri Wally ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Senandung Kematian Pada Hari Raya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel