Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Salah Satu Bukti Kejayaan Sriwijaya pada Masanya


Mendengar kata Palembang tentu sangat erat kaitannya dengan julukan Bumi Sriwijaya. Sriwijaya sendiri merupakan sebuah Kerajaan Maritim yang memiliki pengaruh cukup besar pada zamannya. Kerajaan yang dikenal karena ketangguhan armada lautnya sehingga mampu menguasai wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Semenanjung Malaya, bahkan hingga Thailand dan Kamboja.

Karena luasnya daerah kekuasaan inilah timbul beragam teori yang memperdebatkan letak pusat Kerajaan Sriwijaya. Terlepas dari perdebatan panjang mengenai letak sesungguhnya dari Kerajaan Sriwijaya yang hingga kini masih menjadi misteri karena minimnya bukti sejarah.

Sebuah Situs berupa Taman dan bekas kawasan pemukiman yang secara geografis terletak di tepi utara Sungai Musi seolah menjadi salah satu bukti sejarah yang memperkuat teori bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya sesungguhnya memang berada di kota Palembang.

Situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya tersebut lebih dikenal dengan nama Situs Karanganyar atau Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Situs ini terletak di sebelah barat daya pusat kota Palembang, tepatnya di Jalan Syakhyakirti, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, dan berjarak kurang lebih 4 kilometer dari pusat kota Palembang. Dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum jurusan Tangga Buntung - Gandus.

Pada situs ini ditemukan struktur kompleks bangunan yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Struktur yang ditemukan berupa kolam, dua buah pulau buatan yaitu Pulau Cempaka dan Pulau Nangka, kanal-kanal besar yang tersusun rapi dan teratur, serta berbagai macam peninggalan purbakala yang menjadi bukti kehadiran manusia yang menetap dalam jangka waktu yang cukup lama serta mengenal teknologi yang cukup maju pada zamannya.

Dibuktikan dengan desain kanal serta pulau buatan dan sebuah menara yang dipercaya berkontak dalam satu garis lurus dengan puncak tertinggi di kota Palembang yang berada di Bukit Siguntang.

Diperkirakan penduduk yang dulu menghuni kawasan Karanganyar menggali kanal atau parit besar dengan tujuan untuk saluran drainase penangkal banjir serta sebagai sarana transportasi untuk menghubungkan daerah-daerah pedalaman di sekitar situs dengan Sungai Musi.

 Berdasarkan hal inilah muncul dugaan bahwa Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya pada masa lampau.

Tidak hanya itu, dalam kompleks Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya ini juga terdapat sebuah Museum, yaitu Museum Sriwijaya dan sebuah Pendopo dengan arsitektur Rumah Limas khas Palembang yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan replika prasasti Kedukan Bukit.

Di dalam Museum Sriwijaya sendiri terdapat beragam peninggalan Kerajaan Sriwjaya berupa Artefak, seperti prasasti Kedukan Bukit, prasasti Telaga Batu, dan prasasti Talang Tuo, arca Buddha bukit Siguntang, dan arca Buddha Awalokiteswara, keramik, hingga pecahan kapal lengkap dengan kemudinya.

Namun sayangnya keberadaan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya sendiri kurang mendapat perhatian dari masyarakat setempat, hal ini dibuktikan dengan minimnya masyarakat kota Palembang yang mengetahui keberadaan Taman Purbakala ini sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

 Karena kurangnya animo masyarakat, beberapa tahun terakhir pemerintah setempat mulai melakukan berbagai macam pemugaran di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya di Palembang.

Citra Taman Purbakala yang dahulu tampak terbengkalai, kurang terawat, dan hanya sekedar tempat pembelajaran sejarah telah berkembang menjadi pusat rekreasi keluarga tanpa kehilangan esensinya sebagai salah satu cagar budaya yang penting bagi pendidikan sejarah dan ilmu pengetahuan.

Hal ini dibuktikan dengan maraknya pemugaran spot-spot di Taman Purbakala menjadi lebih kekinian. Tidak hanya itu, keberadaan Pulau Cempaka dan Pulau Nangka yang merupakan pulau buatan juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Taman Purbakala mulai ramai dijadikan destinasi wisata oleh masyarakat kota Palembang.

Pulau Cempaka yang dulu tertutup serta terbengkalai telah melewati serangkaian pemugaran dan dibuka untuk umum. Penataan yang sedemikian rupa membuat kawasan Pulau Cempaka Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya benar-benar menarik sebagai tujuan wisata edukatif bagi generasi muda dengan mengedepankan konsep kekinian tanpa menghilangkan unsur budaya dan sejarah yang masih melekat di dalamnya.

Selain itu, sepanjang jembatan yang menghubungkan kompleks utama Taman Purbakala dengan Pulau Cempaka disediakan kawat sling yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk memasang gembok cinta seperti yang ada di Namsan Tower, Korea Selatan.

Sebuah inovasi yang disediakan oleh pihak pengelola sebagai salah satu hal yang menarik antusiasme generasi muda. Seiring dengan meningkatnya animo masyarakat khususnya generasi muda, tentunya juga dibutuhkan peningkatan kesadaran untuk menjaga kelestarian cagar budaya ini dan juga fasilitas yang ada di dalam Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya sehingga Cagar Budaya ini tetap dapat dinikmati dan dijadikan sarana pembelajaran oleh generasi yang akan datang.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ratih Yolanda Syafitri ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

12 Responses to "Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Salah Satu Bukti Kejayaan Sriwijaya pada Masanya"

  1. sebagai orang palembang saya bangga

    BalasHapus
  2. Wah sangat bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  3. Wahh terima kasih atas informasinya, sangat bermanfaat sekali dan bisa menambah pengetahuan juga.

    BalasHapus
  4. Nice info. Jadi pengen ke Palembang.

    BalasHapus
  5. Jadi pingin ke Palembang nih ,bagus banget

    BalasHapus
  6. Bagus jadi pingin ke Palembang lagi nih

    BalasHapus
  7. Bagus ,jadi pingin ke Palembang lagi

    BalasHapus
  8. Bagus, tulisannya memberikan wawasan baru. Ditunggu tosan berikutnya mba yolanda. .

    BalasHapus
  9. Keren banget ternyata kota palembang��

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel