Tari Lading: Tarian Asal Desa yang Menjadi Primadona


Salah satu pulau terbesar di Indonesia adalah Sumatera. Pulau ini kental dengan adat dan budaya melayunya, serta berbagai budaya campuran lainnya. Seperti di Sumatera Selatan, yang beribukotakan Palembang, ada beberapa budaya yang tergabung di sini. Melayu dan Cina menjadi dominasi utama.

Hal ini berakibat kepada pengaruh budaya lainnya seperti makanan khas, tarian adat, dan acara adat. Ada satu tarian adat dari Desa Tempirai, yaitu salah satu desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Muara Enim Sumatera Selatan beberapa tahun yang lalu, yaitu tari lading.

Lading yang berarti pisau menandakan tarian adat ini kental dengan penampilan para penari dengan pemakaian dan atraksi pisau di dalamnya. Tari lading ini memang terkesan mistis. Hal ini berkaitan dengan sejarah masyarakat Desa Tempirai.

Para penari menggunakan pisau tajam sepanjang 30 cm, dan dengan gerakan ekstrem mereka akan menusukkannya di bagian kepala, ataupun perut dan diputar menyentuh kulit. Konon kabarnya karena tarian ini adalah khas dari Desa Tempirai, penari yang menarikannya pun tidak boleh sembarangan. Harus perempuan keturunan asli orang Tempirai. Mengapa harus perempuan? Tarian ini menyimbolkan saat zaman penjajahan dulu kaum wanita tidak boleh lemah, tidak boleh tertindas.
 
Sumber: instazu.com/tag/visitpali.


Penampilan Tarian khas Bumi Serepat Serasan ini mendapatkan apresiasi pada Festival Sriwijaya ke-28 tahun 2019 ini. Tarian asal desa ini menjadi primadona dan dinobatkan menjadi tarian terfavorit. Berkat tarian ini pun, orang-orang semakin mengenal Desa Tempirai di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Sebuah desa yang masih sangat jauh dari peradaban kota. Alam yang masih banyak belum tersentuh, namun sayangnya masih belum dirawat. Padahal jika desa ini dikembangkan terutama dalam segi pariwisata sangat menjanjikan.

Berdasarkan hal ini kita semakin sadar beragamnya Indonesia. Bahwa Indonesia kaya akan budaya. Hal ini patut kita jaga dan lestarikan. Karena tidak ada Negara yang sekaya Indonesia. Negara dengan berbagai budaya khas yang unik yang tidak dimiliki Negara lainnya.

Itulah tadi tulisan dari Novianti Islahiah, S.Pd.,M.Ed mengenai Tari Lading Sumatera. Semoga dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Terimakasih, Salam Budaya.

9 Responses to "Tari Lading: Tarian Asal Desa yang Menjadi Primadona"

  1. Terima kasih sudah mempromosikan kebudayaan daerah kami ��

    BalasHapus
  2. Whoo baru tau... Jadi nambah wawasan 😊 good job

    BalasHapus
  3. Baru tau saya ada tarian ini, padahal saya asli sumatera 😊..

    BalasHapus
  4. Baru tau saya ada tarian ini, padahal saya asli sumatera 😊..

    BalasHapus
  5. Terimakasih yang sudah turut membaca artikel ini. Semoga bermanfaat, dan semakin banyak yang tahu tentang tarian ini

    BalasHapus
  6. Agak mistis, tapi sepertinya tarian ini menarik

    BalasHapus
  7. Belum pernah melihat secara langsung. Ternyata di bagian Sumatera lainnya, ada tarian ini ya? Jadi penasaran

    BalasHapus
  8. Menambah wawasan baru tentang tarian Indonesia nih. Makasih ya

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel