Teater Mak Yong Takkan Hilang di Bumi


Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk di karenakan memiliki banyak suku bangsa dan budaya. Keberagaman budaya Indonesia terlihat pada kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, norma dan nilai-nilai yang ada di masyarakatnya. 

Kepulauan Riau merupakan suatu kawasan yang berpapasan langsung dengan Negara-negara tetangga seperti, Malaysia dan Singapura. Melayu bukan hanya sebuah nama akan tetapi Melayu mempunyai sejarah di dalamnya kenapa bisa di namakan Melayu. 

Suku Melayu adalah orang-orang Autronesia yang melakukan pergerakan ke pulau-pulau kecil untuk mendapatkan keberlangsungan hidup mereka di karenakan hampir semua orang melayu adalah orang yang bekerja di wilayah pesisir sehingga mayoritasnya adalah pekerja yang mengambil sumber daya alam hayati maupun hewani yang ada di lingkungan sekitar.

Di Kepulauan Riau banyak memiliki kebudayaan-kebudayaan yang sudah termasyur oleh kalangan umum, seperti acara 7 likur, tarian zapin, dan pakaian baju kurung yang menjadi sebuah icon yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, dan tidak lupa juga bahwa Melayu juga mempunyai sebuah karya puisi lama yang dikenal dengan Gurindam Dua Belasnya yang mejelaskan sebuah syair untuk menjadi sebuah tuntunan oleh masyarakat agar tidak salah dalam melakukan tindakan dalam berbangsa dan bernegara. 

Sebenarnya masih banyak terdapat kesenian-kesenian kebudayaan melayu, akan tetapi kali ini penulis akan menjelaskan sebuah kesenian teater Mak Yong yang menjadi salah satu kesenian yang tidak asing untuk masyarakat Melayu Kepulauan Riau. 

Sebenarnya alasan penulis memilih teater Mak Yong di karenakan teater ini merupakan sebuah warisan leluhur terdahulu yang menjadi suatu karya seni untuk menceritakan masa-masa lampau yang ada di dalam sebuah Kerajaan. 

Seharusnya kesenian Mak Yong ini tidak dilupakan oleh sebagian masyarakat Melayu di karenakan teater ini menjadi sebuah pertunjukan karya seni yang luar biasa di abad-abad ke 20 pada di masanya.
Di dalam artikel ini penulis akan menjelaskan bagian Mak Yong di Pulau Mantang di karenakan penulis ingin sebuah tradisi yang menjadi panutan tidak hilang begitu saja dengan perkembangnya zaman. 

Mak Yong di Pulau Mantang dalam pertunjukannya menceritakan sebuah cerita rakyat, cerita kerajaan dan juga legenda. Mak Yong adalah sebuah sandiwara cinta yang digabungkan dengan tarian dan nyanyian sekaligus, dalam pentasan Mak Yong di tampilkan dengan cerita yang becampur dengan makna sekaligus sudah menjadi warisan yang di peroleh oleh orang-orang tua terdahulu. 

Mak Yong belum dapat diketahui secara pasti, akan tetapi di duga dari kata Ma Hiang adalah sebuah bentuk teater dan tokohnya itu terdapat di dalam lakon Mak Yong tersebut. Kesenian teater ini pernah menjadi sebuah bagian dari salah satu kesenian terkemuka di zamannya dan telah mendapat pengakuan dari UNESCO dan MOW pada tahun 2011, sehingga dengan begitu menjadi sebuah pertunjukan seni teater yang diminati oleh manca Negara yang ada di seluruh dunia ini. 

Mak Yong mendapatkan pengakuan dikarenakan adanya unsur kekentalan budaya yang masih melekat dalam kesenian tersebut, selain itu terdapat juga suatu nilai yang harus dipertahankan dalam kesenian yang bertujuan untuk menjaga suatu kebudayaan yang menjadi identitas suatu daerah dan bangsa.

Mak Yong di Provinsi Kepulauan Riau sudah tersebar di beberapa kawasan di antaranya, Pulau Panjang Batam atau yang pernah ada di Tanah merah, Tembeling, Kecamatan Teluk Tintan, Rempang, Kasu, dan Dompak. 

Makyong dipentaskan sebagai pertunjukan hiburan dalam kerajaan, sehingga pada saat ini Mak Yong sudah bisa disaksikan disemua kalangan masyarakat Indonesia, selain sebagai sarana hiburan dan kesenian, Mak Yong juga di jadikan sebagai tempat berinteraksi antar masyarakat serta sarana penerapan nilai-nilai kebudayaan pada masa tahun 1975 sampai tahun 1980. 
Awal mulanya kesenian Mak Yong menjadi sorotan seluruh masyarakat serta bagi para seniman di Indonesia yang disebabkan pada masa itu menjadi pentas penampilan yang sangat bergengsi di kalangan masyarakat, yang selalu menjadi hidangan penampilan di acara-acara seperti Nikahan, Menyambut hari besar, sunatan, bahkan selalu hadir setiap ajang festival kebudayaan. 

Dalam pertunjukan Mak Yong juga selalu menceritakan kepada masyarakat tentang kehidupan sosial masyarakat melayu dengan cara menyampaikan pesan-pesan melalui pertunjukan yang di mainkan.

Dalam pertunjukan Mak Yong bukan hanya cerita tentang kehidupan masyarakat, melainkan cukup banyak alur cerita yang di mainkan seperti tentang kerajaan-kerajaan, cerita rakyat, hanya saja di tiap-tiap pertunjukan selalu menyampaikan pesan moral yang mengharuskan kita yang muda harus patuh terhadap yang dituakan, nilai seperti halnya menjauhkan dari perilaku-perilaku yang di anggap dapat merusak hubungan bermasyarakat, sikap untuk saling menolong satu sama lainnya, serta mengajarkan tentang sikap saling menghargai terhadap perbedaan.

Maka dari itu Mak Yong merupakan suatu media yang sangat penting bagi masyarakat, yang berperan sebagai pesan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang pada tunjuk ajar Melayu,  karena salah satu peranan dari kesenian Mak Yong merupakan suatu cerita untuk mengilustrasikan cara berbudaya melayu melalui tempat pertunjukan. 

Desa Mantang Lama merupakan desa yang masih terdapat kelompok yang masih melestarikan kesenian Mak Yong, yang di pimpin oleh Bapak Ghani. 

Pada tahun 1975 bahwa dimasa itu kesenian Mak Yong sangat popular di kalangannya, pertunjukan Mak Yong bukan haya sekedar hiburan semata, akan tetapi pertunjukan Mak Yong tersebut adalah sebuah tempat untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat sehingga masyarakat senantiasa dapat mengingat serta menerapkan apa yang telah di sampaikan dapat dituangkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Karena didalam pertunjukan Mak Yong ini penyampaian nilai dan norma budaya melayu di tampilkan melalui media hiburan untuk saling menghargai, cara berbahasa, serta aturan-aturan yang mengatur tentang tata cara  bermasyarakat.

Selain itu dalam pertunjukan seni teater ini di butuhkan peralatan seperti rotan, keris, parang, kapak dan lain-lain. Sedangkan alat-alat musik yang di butuhkan adalah gong, gendang, gedembok dan lain-lain. 

Teater Mak Yong pada hakikatnya merupakan seni pertunjukan khas kemasyarakatan yang mengandung unsur lakon dalam cerita yang dimainkan penuh dengan semarak bunyi-bunyian. Sementara itu lawak jenaka dan tari-menari secara fungsi menjadikan suatu kesatuan yang di pertontonkan dalam waktu-waktu tertentu. 

Berikut ini merupakan beberapa unsur dalam teater Mak Yong, jika unsur tersebut di satukan maka akan muncul satu kesatuan yang padu yang pertama lakon baik dalam wujud sederhana maupun yang kompleks, kedua unsur cerita yang di perankan oleh beberapa pemain, ketiga unsur musik, keempat unsur tari, kelima unsur nyanyi, keenam unsur penonton secara komunikatif dan terkadang ikut aktif dan terlibat dalam kesatuan atau susunan permainan. 

Semoga dengan artikel ini bisa menjadi sebuah manfaat yang bisa menambah sebuah referensi yang berkaitan dengan teater Mak Yong yang ada di Kepulauan Riau dan dengan begitu kita juga akan ikut dalam melestarikan budaya-budaya melayu yang merupakan suatu citra untuk di teladani oleh semua kalangan masyarakat. 

Mohon maaf apabila ada kata-kata atau masih ada ada kekurangan dalam penulisan ini sesungguhnya kekurangan itu milik saya sendiri dan kelebihan itu milik Tuhan yang maha Esa. Sampai jumpa lagi dalam kesempatan yang berbeda tentunya dari artikel-artikel saya selanjutnya. Sekian terima kasih.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Teater Mak Yong. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Bambang Prasetyo ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

2 Responses to "Teater Mak Yong Takkan Hilang di Bumi"

  1. Wah.. Keren banget bg, sedih kalau yg seperti ini tidak di ketahui oleh orang banyak

    BalasHapus
  2. semoga kebudayan melayu salah satunya kesenian mak yong,zapin selalu dilestarikan terutama generasi muda agar tidak hilang dibumi.terima kasih saya ucapkan kepada penulis yang mau mengagkat kebudayaan salah satu nya mak yong ini yg hapir punah

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel