The World Carving Center

The World Carving Center, itulah citra Kota Jepara di dunia. Jepara dikenal sebagai kota ukirnya Indonesia, yang melegenda hingga ke mancanegara. Seni ukir dapat diartikan sebagai seni membentuk gambar pada benda padat dank eras, misalnya kayu, logam, dan batu.

Seni ukir merupakan karya seni yang khas, di dalamnya tercipta berbagai macam pola yang unik mulai dari rumit hingga simple, yang dikreasikan mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman. Menurut sejarahnya, ukiran berasal dari China, yang datang ke Indonesia melalui seorang pelukis dan pemahat Kerajaan Majapahit, Sungging Prabangkara, yang akhirnya berkembang pesat di Jepara.

Kota Jepara telah memenuhi identitas sebagai kota ukir, bermula dari kisah turun temurun mengenai Sungging Prabangkara dari Kerajaan Majapahit yang mengenalkan Jepara terhadap ukir, dan terus berlanjut hingga masa Kerajaan Kalinyamat.

Perjalanan Jepara ebagai kota ukir sudah terbangun sejak lama, sehingga ukiran Jepara dikenal memiliki ciri khas yang unggul, yang menarik perhatian banyak kalangan. Hasil kerajinan ukir Jepara telah menyentuh pasar dunia, di mana Amerika sebagai negara pengimpor terbesar, dengan jumlah ratusan eksportir dari Indonesia, yakni 296 pengekspor dari Indonesia pada tahun 2015. Terdapat berbagai macam jenis ukiran di Jepara, yang menjadi primadona bagi banyak kalangan pecinta seni.

a. Seni Ukir Relief

seni ukir relief merupakan perwujudan seni tiga dimensi dalam sepotong kayu papan, yang diukir dengan sangat realistis, dengan memeperhatikan tiap-tiap detilnya. Biasanya menggambarkan motif yang rumit berupa pemandangan alam (flora dan fauna), dan terus dikembangkan dengan berbagai motif baru yang segar, yang banyak tersebar di daerah Senenan Jepara.

b. Seni Ukir Genteng

seni ukir yang diaplikasikan dalam sebuah genteng yang bercirikan ukiran khas Jepara, seperti ukiran gatotkaca dan krepyak. Proses pembuatannya menggunakan cetakan, seni ukir genteng banyak dikembangkan di daerah Mayong Jepara.

Ukir genteng masih banyak digunakan oleh masyarakat lokal, terutama dalam rumah-rumah model Jawa, seperti Rumah Joglo. Dengan adanya ukiran pada genteng ini semakin membuktikan kentalnya unsure-unsur budaya Jawa dalam sebuah bangunan, inilah yang menjadikan genteng-genteng ini istimewa.

c. Seni Ukir Patung

seni ukiran patung yang paling terkenal di Jepara adalah jenis macan kurung, yang banyak diproduksi di daerah Mulyoharjo, daerah ini dikenal sebagai sentra utama kerajinan ukir patung di Jepara. Seni ukir patung menggambarkan sebuah karya seni tiga dimensi yang diukir dalam sebatang kayu berukuran cukup besar, menggambarkan sosok nyata dari berbagai macam aspek model ukiran yang tertuang secara realistis.

d. Seni Ukir Gebyok
ukiran gebyok merupakan karya seni ukir dengan motif klasik yang banyak digunakan untuk hiasan pintu rumah. Gebyok dapat menjadi ciri khas kentalnya budaya Jawa Indonesia yang dilukiskan dalam sebuah ukiran.

Gebyok dapat ditemui sebagai penghias pintu utama di rumah- rumah hingga masjid. Seni ukir gebyok banyak berkembang di wilayah Blimbingrejo, yang sudah ada sejak tahun 1980-an, industri ini berkembang pesat, dan menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat sekitar.

e. Seni Ukir Meubel 
seni ukir meubel yang bercorak minimalis banyak berkembang di wilayah Petekeyan dan sekitarnya, meubel minimalis dipasarkan melalui showroom milik penduduk yang diproduksi juga oleh penduduk sekitar, berupa berbagai macam furniture perabotan.

Ukiran meubel banyak ditemui dalam bentuk lemari, kursi, meja, dan furniture lainnya. Meskipun ukiran dibuat dalam skala kecil (bidang kecil), namun setiap kerajinan meubel di Jepara memiliki tingkat ketajaman yang tinggi dalam ukirannya, dan tetap memperhatikan aspek-aspek kecil di dalamnya. 

Jepara sebagai kkota ukir memiliki berbagai macam karya ukir yang istimewa, khas, dan unik. Tidak hanya berfokus pada ukiran kayu saja, namun juga meraambah dalam berbagai aspek bahan, mulai dari bambu hingga tanah liat.

Industri ini terus menggeliat, sehingga menjadi primadona bagi masyarakat sekitar, hingga dunia. Kekhasan dan keistimewaan dari ukiran Jepara dipengaruhi oleh berbagai macam aspek, diantaranya adalah sumber daya manusia (SDM) dan bahan baku pembuatnya.

Para pengrajin ukir di Jepara telah dibekali dengan ilmu mengukir sejak muda, yang berkaitan dengan warisan turun-temurun dari nenek moyang. Sedangkan sumber utama lainnya berasal dari bahan baku produksi, yang berupa kayu jati.

Kayu jati dari Jepara berbeda dengan kayu Jati dari daerah lainnya, di mana Jati Jepara memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan kayu Jati dari daerah lainnya, sehingga cocok menjadi bahan baku produksi meubel.

Ukiran menjadi salah satu bentuk seni yang menakjubkan, dengan keuletan tangan-tang manusia mampu menciptakan sebuah karya visual tiga dimensi. Ukiran menjadi salah satu warisan budaya yang mampu melukiskan karakteristik budayanya, yang memiliki berbagai macam fungsi, dari estetis hingga ergonomis.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang bertajuk The World Carving Center. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Lutfiyanti Axmi Reza ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "The World Carving Center "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel