Tradisi Arak-arakan dalam Rangka Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di desa Rancawuluh, kecamatan Bulakamba




Tradisi arak-arakan atau yang disebut  sebagai suatu kegiatan pawai yang dilakukan oleh masyarakat dengan berjalan atau dengan menggunakan alat transportasi melewati rute-rute yang sudah ditentukan.

Dalam hal ini tradisi arak-arakan yang dilakukan oleh masyarakat desa Rancawuluh yang berada di kabupaten Brebes yang merupakan suatu daerah perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat.

Tradisi arak-arakan di desa Rancawuluh merupakan suatu tradisi yang  dilakukan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada tanggal 12 Rabiul awwal jika kita mengacu pada kalender Hijriyah.

Dalam perayaan tradisi arak-arakan dalam rangka memperingati hari maulid nabi Muhammad saw. berbeda dengan tradisi arak-arakan yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Jika dalam tradisi arak-arakan yang berkembang dalam masyarakat umum dalam perayaannya menampilkan suatu pertunjukkan seni tertentu yang merupakan suatu lambang atau identitas bagi keberlangsungan tradisi tersebut, hal itu berbeda dengan apa yang ditonjolkan atau ditampilkan dalam tradisi arak-arakan dalam masyarakat desa Rancawuluh.

Tradisi arak-arakan merupakan puncak acara dalam rangka memperingati hari maulid nabi Muhammad saw. Setelah serangkaian acara lainnya telah dilaksanakan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat desa rancawuluh untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammda SAW.

Sebagai nabi terakhir dalam agama Islam. Nabi Muhammad dalam agama Islam merupakan seorang Nabi sekaligus Rasul yang bertugas untuk berdakwah dengan menyebarkan agama Islam sebagai agama yang terakhir dan sebagai agama penyempurna bagi agama-agama sebelumnya yang ada di bumi ini.

Peran yang dimiliki oleh nabi Muhammad saw. yang begitu besar sampai pada akhirnya agama Islam sampai ke Nusantara pada abad ke-7 M, tetapi juga ada yang mengemukakan bahwa agama islam datang ke Indonesia pada abad ke-13 dengan ditemukannnya makam Fatimah binti Maimun di leran Gresik.

Rangkaian acara untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad saw. Di awali dengan adanya pengajian-pengajian berjanji yang dilakukan pada setiap musola/langgar yang ada pada setiap gang. Setiap gang atau jalan biasanya terdapat satu/dua musola.

Pengajian berjani yang dilakukan oleh masyarakat desa Rancawuluh dilaksanakan setiap tanggal 1 Rabiul Awwal sampai dengan tanggal 12 Rabiul Awwal. Hal tersebut berdasarkan pada perhitungan jawa dimana tanggal 1 bulan Rabiul Awwal merupakan tanggal pertama bulan kelahiran nabi Muhammad SAW.

Dengan maksud untuk menyambut  kelahiran sang Baginda Rasulullah ke dunia ini pada tanggal 12 Rabiul Awwal. Pengajian berjanji dilakukan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. Pengajian yang dilakukan oleh masayarakat tersebut pada umunya tidak dilakukan secara bersamaan waktunya.

Dalam hal ini terdapat pembagian waktu antara pengajian bapak dan ibu. Pengajian untuk Ibu-Ibu dilakukan setiap pukul 13.20 sampai dengan pukul 15.30. sedangankan untuk pengajian bapak-bapak sendiri biasanya dilakukan pada pukul 19.30 sampai dengan pukul 20.30.

Acara pengajian tersebut diisi dengan mengaji kitab berjanji dimana dalam kitab tersebut berisi tentang seputar kehidupan nabi Muhammad saw. Nada yang digunakan untuk  mengaji kitab berjanji berbeda dengan cara mengaji Al-Qur’an.

Pada saat pengajian berjanji yang dilakukan oleh bapak-bapak umumnya diiringi dengan musik rebana. Pada hari ketujuh acara pengajian berjanji terdapat suatu hal yang unik dalam acara pengajian berjanji tersebut.

Pada hari ke tujuh acara berjanji terdapat suatu tradisi dimana setiap orang yang ikut serta dalam pengajian berjanji tersebut di wajibkan untuk membawa buah-buahan yang sudah dikemas kedalam suatu tempat atau wadah tertentu seperti cepon, maupun takwir yaitu semacam wadah yang terbuat dari kertas atau daun pisang yang dibentuk setengah lingkaran.

Pada hari ketujuh acara pengajian tersebut di namakan dengan takwiran yang diambil dari nama tempat buah-buahan tersebut. Setiap orang pada umumnya membawa takwir sebanyak tiga sampai dengan lima, tergantung pada kemampuan dari orang tersebut.

Pada takwir tersebut berisi berbagai macam buah-buahan seperti buah pisang, belimbing, salak, jeruk, apel dll. Orang-orang yang membawa buah-buahan tersebut tentu mempunyai alasan mengapa mereka melalukan hal demikian.

Menurut mereka adanya takwiran mengandung filosofi bahwa pada hari ke tujuh bulan Rabiul Awwal,merupakan hari dimana ibunda dari Nabi Muhammad SAW. Sedang mengidam, dan hal tersebut dimanifestasikan dengan berbagai macam buah-buahan yang ada dalam wadah takwir.

Berbagai macam buah-buahan tersebut mengandung arti bahwa ketika seorang ibu mengandung dan ia sedang dalam masa mengidam maka permintaan mereka umumnya berbagai macam makanan. Setelah acara mengaji tersebut selesai maka masing-masing orang akan saling tukar-menukar makanan yang mereka bawa.

Pada tanggal 12 Rabiul Awwal yang merupakan hari kelahiran nabi Muhammad saw. Hal tersebut sebagai penanda puncak acara peringatan maulid nabi, dimana pada tanggal tersebut dilakukan tradisi arak-arakan.

Tradisi arak-arakan ini sudah berlangsung sejak lama dalam kehidupan masyarakat desa rancawuluh. Dalam tradisi arak-arakan diikuti oleh masyarakat desa Rancawuluh, dimana setiap musollah harus mengirimkan perwakilannya untuk dapat mengikuti acara tersebut.

Selain itu acara ini juga diikuti oleh murid-murid yang bersekolah di Madrasah, dimana dalam sekolah tersebut pelajaran yang diajarakan menggunakan huruf-huruf arab.




Tradisi arak-arakan biasanya menampilkan suatu drama yang menggambarkan tentang Islam seperti ada tokoh tuyul,setan yang menggambarkan bahwa manusia dalam menjalani kehidupan harus berhati-hati bahwa setiap tindakannya akan selalu digoda oleh setan untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama islam.

Selain itu sosok tuyul menggambarkan bahwa dalam memperoleh kekayaan bahwasanya kita harus berusaha keras dan hanya meminta kepada Allah Swt. sedangkan dengan kita tidak diperkenankan untuk memelihara tuyul, sebagaimana kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat bahwa jika kita memelihara tuyul maka hal tersebut akan mendatangkan kekayaan.

Sosok lainnya yaitu adanya sosok pak ustadz yaitu orang yang sangat dihormati oleh masayarakat setempat dimana sosok pak ustadz tersebut melambangkan individu yang mempunyai ilmu agama yang tinggi.


 
Tradisi arak-arakan juga merupakan suatu ajang bagi ikatan para pemuda-pemudi setiap musollah untuk dapat berpartisipasi dalam acara tersebut melalui lomba karya baik itu karya yang berhubungan dengan agama islam maupun yang berhubungan dengan masyaraat sekitar.

Karya seni tersebut dapat berupa  miniatur masjid, musolla, kubah, Hewan dsb. Hasil karya dari para pemuda-pemudi tersebut nantinya akan dilombakan antar paguyuban musola yang ada di desa. Bagi karya yang berhasil menjuarai lomba tersebut maka akan mendapatkan piala beserta uang tunai.

Tradisi arak-arakan dilakukan mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Dalam tradisi  ini biasanya masyarakat yang berada di rancawuluh sebelah utara menghampiri masyarakat yang berada di rancawuluh sebelah selatan untuk kemudian bersama-sama mereka melakukan tradisi arak-arakan mengelilingi Desa Rancawuluh.




Setelah acara arak-arakan selesai pada malam harinya setiap musolla akan mengadakan tahlilan, dimana kepala keluarga akan membawa berkat/makanan berat dua sampai lima berkat, didasarkan pada kemampuan ekonomi orang yang bersangkutan.

Acara tahlilan mempunyai filosofi sebagai manifestasi bahwa saat nabi Muhammad saw. dilahirkan maka harus diadakan selametan sebagi rasa bersyukur atas kelahirannya dan sekaligus sebagai momentum pemberian nama pada bayi tersebut. 

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Maulud Nabi Muhammad SAW. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Sri Rahayu ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

5 Responses to "Tradisi Arak-arakan dalam Rangka Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di desa Rancawuluh, kecamatan Bulakamba"

  1. Uuuuuuhhhh kerennnnn��

    BalasHapus
  2. Benar benar kereeennnn :)))

    BalasHapus
  3. Keren, singkat, padat, informatif. 👍

    BalasHapus
  4. Memang perlu kita ketahui, sangat minim sekali pengetahuan kita terhadap budaya Indonesia yang sangat beragam. Terima kasih telah menjadi salah satu punggawa yang terus memberikan informasi terkait budaya yang ada

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel