Peran Tradisi Bau Nyale Lombok Terhadap Eksistensi Bangsa Indonesia



Masyarakat suku sasak di Pulau Lombok yang terdahulu tidak pernah berpikir atau merencanakan tradisi Bau Nyale yang merupakan upacara turun-temurun di Kabupaten Lombok Tengah untuk menjadi sebuah event  besar yang membawa banyak manfaat di berbagai bidang.

Mereka hanya melaksanakan tradisi tersebut sebagai bentuk perwujudan rasa bhakti terhadap leluhur dan keyakinan mereka terhadap Putri Mandalika yang berubah wujud menjadi cacing nyale berwarna- warni setelah menceburkan diri ke Pantai Seger Kuta yang menunjukkan pengorbanan terhadap perdamaian negerinya.

Kepercayaan mereka terhadap cacing nyale yang ditangkap dari pesisir Pantai Seger Kuta dapat memberikan kesuburan tanah di sawah mereka dan dapat membuat hasil panen berlimpah serta berbagai menfaat kesehatan menjadi penyemangat mereka melakukan tradisi tersebut.

Namun beberapa tahun belakangan, tradisi Bau Nyale yang sangat sakral tersebut dikembangkan oleh pemerintah setempat sebagai bentuk dukungan atau apresiasi pemerintah terhadap tradisi atau keyakinan masyarakat suku sasak.

Pemerintah mulai menyelenggarakan kegiatan Event  Bau Nyale yang sampai saat ini menjadi sebuah event besar di daerah Lombok bahkan Pantai Seger Kuta ini dijadikan kawasan Mandalika dengan pembangunan kepariwisataan oleh ITDC (Indonesian Tourism Divelopment Corporations).

Kegiatan Bau Nyale yang digelar sekali dalam setahun ini dikemas dalam bentuk event besar yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Tak heran di tahun 2019 ini, tradisi Bau Nyale masuk dalam Top 10 Event Nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan sebutan Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Selain fungsi sakralnya yang begitu kental, upacara Bau Nyale kini juga mempunyai berbagai fungsi lainnya. Diantaranya berfungsi sebagai hiburan atau rekreasi dengan adanya berbagai pagelaran seni daerah seperti pemilihan Putri Mandalika ,kegiatan berbalas pantun, pementasan drama bertajuk Putri Mandalika, Peresean dan kegiatan pendukung lainnya.

Berbagai wisatawan asing dari Jerman, Australia, Cina, dan beberapa negara lainnya juga ikut menyaksikan upacara pengambilan nyale tersebut. Tak hanya itu, berbagai kegiatan pendukung dalam Event Bau Nyale pun mampu memikat wisatawan luar Pulau Lombok bahkan turis mancanegara.

Upaya pelestarian, pengembangan dan pengenalan tradisi suku sasak ini terus dilakukan oleh masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Event ini dipromosikan atau disosialisasikan baik melalui media televisi nasional,media sosial maupun interaksi dengan para penggiat dan pengusaha pariwisata beserta organisasinya.

Kreativitas dan inovasi dari masyarakat setempat membantu menarik wisatawan dari luar Pulau Lombok bahkan turis mancanegara untuk hadir memeriahkan Event Bau Nyale yang diadakan setiap tahunnya.

Dengan salah satu tradisi yang ada di Indonesia yaitu Bau Nyale ini, Indonesia sebagai negara pluralisme dan multikultural dianggap mampu mempertahankan budaya setiap daerahnya dan memperkenalkannya dalam dunia internasional sebagai wisata budaya Indonesia.

Demikianlah tulisan karya Ida Ayu Ria Wardani mengenai Tradisi Bau Nyale Lombok. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca sekalian.

Sumber gambar :
  • www.genpi.co
  • Instagram yogaismygps

2 Responses to "Peran Tradisi Bau Nyale Lombok Terhadap Eksistensi Bangsa Indonesia"

  1. Tradisi ini selain menyatukan masyarakat, terdapat nilai" yg baik juga.....
    Terima kasih....dan sangat bermanfaat
    Mari lestarikan budaya kita....salam dari anak lombok😉

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel