Tradisi Maccera Wettang di Kabupaten Soppeng


Maccera Wettang adalah upacara yang dilakukan pada waktu usia kandungan memasuki  bulan ke-7 di Kabupaten Soppeng sebagai wujud syukur pada sang pencipta. Awalnya, ibu hamil didudukkan di atas tangga kayu, lalu sang guru melafalkan ayat-ayat Al-qur'an, kemudian menyiramkan beras ke ibu hamil, setelah itu air dalam wajan dipercikkan ke ibu hamil menggunakan daun-daunan, kemudian diusapkan di wajahnya. Ibu hamil lalu mengganti pakaiannya dengan baju bodo dan sarung sutra, kemudian ibu hamil duduk dan dinaungi lellu’ dan akhirnya ditutup dengan pengibasan baju bodo dan sarung sutra yang dipakainya.

 Upacara Maccera Wettang di Kab.Soppeng memiliki nilai-nilai yang dapat membangun karakter masyarakat, yaitu persatuan, kerja sama dan gotong royong, persaudaraan yang menyeluruh, sosial masyarakat, dan nilai religius.

Adat Maccera Wettang yang menyimbolkan nilai nilai diatas dapat ditemukan saat masyarakat bekerjasama dan bermusyawarah dalam mempersiapkan upacara adat mulai dari awal hingga akhir, saat ibu hamil duduk dan dinaungi lellu’ dimana masyarakat saling membantu dalam menegakkan lellu’, kemudian disaat masyarakat saling berbaur dan merasakan kegembiraan bersama ketika upacara adat berlangsung, serta pengungkapan rasa syukur pada sang pencipta yang disalurkan melalui tradisi Maccera Wettang.

 Budaya Maccera Wettang memiliki peranan dalam pembentukan karakter bangsa, karena di dalamnya terdapat unsur-unsur musyawarah, sikap silaturahmi dan senantiasa bersyukur serta memanjatkan doa pada sang pencipta.

Tradisi Maccera Wettang yang secara turun-temurun di Kab.Soppeng masih dilaksanakan untuk mewujudkan rasa kebersamaan yang saat ini memudar, menjaga persatuan, kerukunan dan nilai-nilai akidah yang ada di masyarakat, menjaga kuatnya ikatan perasaan dan kepercayaan yang telah dijalin/dianut bersama serta untuk melestarikan budaya dan kepercayaan leluhur yang kini mulai memudar.

Maccera Wettang memiliki makna penting dalam pelestarian adat budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Jadi, upaya pelestarian budaya Maccera Wettang harus terus dilakukan agar tradisi ini tidak hilang tertelan oleh zaman dan tetap lestari serta dikenal oleh generasi mendatang.

Demikian artikel yang membahas tentang Tradisi Maccera Wettang. Selamat membaca, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan sahabat budaya sekalian.


0 Response to "Tradisi Maccera Wettang di Kabupaten Soppeng"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel