Ungkapan Syukur Masyarakat Bugis melalui Tradisi Menre Bola Baru


Di Kabupaten Soppeng, khususnya di daerah pedesaan sangat kental akan tradisi dan rata-rata rumah yang dibangun merupakan rumah panggung, salah satunya yaitu tradisi Menre Bola Baru. Suatu tradisi yang tidak pernah dilupakan serta dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat bugis sebagai warisan para leluhur yang harus dilakukan setiap selesai membuat rumah baru.

Tradisi menre bola merupakan bentuk prestasi dan memiliki makna sebagai proses yang harus disyukuri karena kemampuan seseorang untuk mabbola (membuat rumah) dapat terwujud jika dianugrahi oleh Sang Pencipta. Tradisi menre bola dilakukan sebagai proses awal saat akan menempati rumah baru.

Bagi orang bugis menre bola adalah simbol kehidupan. Simbol itu mencerminkan harapan, kejayaan, masa depan, semangat, dan harmoni. Oleh karena itu, menre bola selalu diawali dengan ritual yang tidak boleh diabaikan sekaligus sebagai tanda kesyukuran atas rumah yang telah dianugrahkan.

Dengan adanya rumah tersebut, berarti salah-satu kebutuhan pokok telah terpenuhi.
Penentuan waktu untuk melakukan tradisi menre bola sangat penting, maka dalam penyelenggaraannya disiapkan jauh-jauh hari karena harus disesuaikan dengan waktu yang baik sesuai dengan ketentuan adat untuk orang bugis.

Selain penentuan waktu, terdapat pula beberapa proses yang harus dilakukan seperti massili, mattuliling bola, dan sebagainya. Tradisi menre bola ini dipimpin oleh panrita bola.

Tradisi menre bola dilakukan oleh tuan rumah yang dibantu oleh orang tua dari kedua belah pihak (suami istri). Proses pelaksanaannya dihadiri oleh keluarga dekat dari tuan rumah, seluruh tenaga pekerja jika diundang, serta tetangga-tetangga yang sempat hadir.

Adapun nilai-nilai kehidupan yang ada dalam tradisi ini antara lain rasa syukur atas reski yang diberikan oleh Allah SWT, dapat menyambung silaturahmi antar sesama keluarga, kerabat, dan saudara-saudara, serta membina anggota keluarga.

Maka seharusnya, kita sebagai generasi muda dapat melestarikan kebudayaan, dimana tradisi menre bola yang mengandung nilai-nilai dan makna-makna pesan kehidupan yang bertujuan baik sebagai warisan budaya leluhur.

Demikianlah artikel yang membahas mengenai Tradisi Menre Bola Baru yang ditulis oleh Aulia. Semoga dapat bermanfaat dalam menambah wawasan pembaca sekalian.

3 Responses to "Ungkapan Syukur Masyarakat Bugis melalui Tradisi Menre Bola Baru"

  1. Wah bagus kak, kebetulan bisa jadi refrensi untuk belajar seni budaya nanti hehehe

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel