Tradisi Pengobatan Pertuq Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Suku Sasak Lombok


Perkembangan teknologi pengobatan dari dahulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan umat manusia. Berbagai macam penyakit baik ringan maupun berat sudah pasti dirasakan oleh semua makhluk hidup dalam hal ini adalah manusia.

Manusia selalu berusaha untuk menyingkap berbagai metode pengobatan untuk melepaskan diri dari segala jenis penyakit. Pengobatan ada yang dilakukan dengan mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan tertentu untuk penyakit tertentu, ada yang melakukan metode pijat refleksi, akupuntur, bekam, sampai operasi dan pembedahan. Semua itu dilakukan dengan try and error baik yang dilakukan melalui penelitian ilmiah maupun yang tidak melalui penelitian ilmiah.

Pengobatan tradisional adalah bagian dari kebudayaan Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi, baik secara lisan maupun tulisan (Djlantik, 1983). Sebelum Islam diturunkan, manusia sudah mengenal metode pengobatan yang diperoleh melalui pengalaman.

Metode pengobatan ini banyak berdasarkan pada kegelapan mistik, yang meyakini bahwa dunia ini dikuasai oleh makhluk gaib yang menyebabkan datangnya penyakit dan bencana-bencana. Pada masing-masing daerah dan suku melakukan diagnosa penyakit dan metode pengobatan yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Begitu pula dengan masyarakat suku Sasak Lombok yang melakukan pengobatan penyakit, yang salah satunya dengan metode pengobatan yang dikenal dengan Pertuq atau Pertus.

Pertuq merupakan salah satu tradisi suku Sasak Lombok yang dilakukan untuk menghilangkan sakit yang menurut kepercayaan disebabkan karena disapa atau istilah Sasaknya ketemuq oleh makhluk halus berupa jin (bakek berak) dan ruh orang yang sudah meniggal.

Pertuq dilakukan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan menarik sebagian rambut yang ada di ubun-ubun. Pertuq tidak harus dilakukan oleh seorang dukun atau dalam bahasa Sasak disebut belian, tetapi dapat juga dilakukan oleh orang biasa.

Beberapa faktor seseorang memilih pengobatan pertuq, secara garis besar didasarkan atas alasan-alasan sebagai berikut:


  1. Adanya rasa takut pada pengobatan medis seperti pengobatan dengan cara operasi, karena dianggap mempunyai resiko kematian yang tinggi.
  2. Adanya pengalaman dari orang-orang terdahulu yang menunjukkan bahwa pengobatan tradisional pertuq terbukti berkali-kali menyembuhkan.
  3. Alasan ekonomi, bahwa pengobatan secara medis membutuhkan biaya cukup mahal, dibandingkan dengan pengobatan tradisional pertuq yang terkadang tidak harus membayar orang yang membantu untuk melakukan pertuq ini.
  4. Adanya unsur kebudayaan daerah turun temurun yang menyebabkan timbulnya perubahan pemahaman, sikap dan perilaku seseorang.
  5. Tingkat pendidikan seseorang, dalam arti kebanyakan orang dengan pendidikan tinggi tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang bersifat mistik dan irasional. 


Dari beberapa faktor tersebut, apabila diperhatikan secara mendalam, segala bentuk pengaruh pada diri seseorang, termasuk kesembuhan terhadap suatu penyakit tergantung dari sugesti. Sugesti adalah sebuah bentuk hubungan sosial ketika seseorang menerima pandangan dan pedoman perilaku atau tindakan orang lain tanpa memikirkan dampaknya.

Sugesti akan lebih besar kemungkinan diterimanya jika orang yang menyampaikan adalah orang yang berwibawa dan memiliki kekuasaan atau pengaruh besar terhadap lingkungan sosial. Namun, sugesti ini juga dapat berasal dari kelompok besar (mayoritas) kepada kelompok kecil (minoritas).

Cepat atau lambatnya proses penerimaan sugesti ini adalah bergantung pada beberapa aspek yaitu, kepribadian seseorang, kemampuan intelektual seseorang, usia seseorang dan lingkungan sosial yang berada di sekitar orang tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sugesti merupakan pendapat yang disampaikan untuk dipertimbangkan, sebagai anjuran atau dijadikan saran. Atau dengan kata lain, sugesti dimaknai sebagai pengaruh atau dorongan yang dapat mempengaruhi hati seseorang.

Dengan demikian, tradisi pengobatan tradisional pertuq yang merupakan kearifan lokal masyarakat suku Sasak Lombok perlu dipertahankan sebagai sebuah warisan budaya. Terlebih penting lagi, tradisi pengobatan pertuq tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, di mana sebelum melakukan pengobatan pertuq tetap membaca basmalah, dan menyandarkan kesembuhan hanya kepada Allah SWT.

Untuk orang lain dengan pemahaman berbeda, diharapkan untuk selalu saling menghargai kepercayaan, tanpa harus saling menyalahkan, sehingga tercipta selalu kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Demikianlah tulisan karya Nazham Nabila (Siswa MAN 2 Mataram) yang membahas mengenai Tradisi Pengobatan Pertuq. Semoga dapat menambah wawasan kita semua.

Daftar Pustaka

  • Djlantik. 1983.  Peranan Pengobatan Tradisional pada Upaya Pelaksaaan Kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional dalam Pertemuan Ilmiah Pengobatan Tradisional Indonesia. Jakarta: Lembaga Penelitian Universitas Erlangga.
  • Tim KBBI. 2012.  Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Depdiknas Edisi Keempat. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.


32 Responses to "Tradisi Pengobatan Pertuq Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Suku Sasak Lombok"

  1. Bagus, sudah mengangkat budaya lokal lombok.

    BalasHapus
  2. Kereeeennn,, tema yang sangat baik dan sangat kreatif

    BalasHapus
  3. Saya juga pernah melakukan pengobatan pertu' ketika saya sering dilanda pusing... mantap πŸ‘

    BalasHapus
  4. Baguusss sekali.. sebagai generasi muda kita harus bisa melestarikan budaya..

    BalasHapus
  5. Mantap, bagus sekali Krn sdh berani mengangkat budaya dan kearifan lokal utk mengingat kembali sejarah leluhur yg selama ini pudar tergerus budaya modern....mantap

    BalasHapus
  6. Kesembuhan dari suatu penyakit adalah merupakan semata mata kehendak Allah swt tentu dilandasi dengan tata cara yang diajarkan agama dan tradisi2 yg berkembang dimasyarakat yg tidak bertentangan dengan syariat salah satunya tradisi pertuq di masyarakat sasak sudah menjadi hal biasa dan menjadi salah satu bentuk sugesti bagi si sakit untuk peroleh kesembuhan dari apa yg dirasakan karena sebelum dipertuq selalu dengan membaca kalimat2 toyyibah...

    BalasHapus
  7. luar biasa sya aja org lombok asli br tw kalo banyak alsan org make tehnik pertuk itu...kirain itu iseng2 aja..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  8. Tulisannya keren. Saya waktu kecil juga sering dipertuq.

    BalasHapus
  9. Siip...semoga Lombok makin terkenal dg tradisi2 uniknya

    BalasHapus
  10. Tulisannya bagus walaupun msh ada kekurangan,,tapi untuk seorang siswa sekolah menengah ini sdh bagus sekali,terus belajar..

    BalasHapus
  11. Mantap...sdh mengangkat tradis Sasak

    BalasHapus
  12. Mengangkat budaya lokal.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  13. Ternyata begitu... Terimakasih infonya

    BalasHapus
  14. terima kasih telah menambah wawasan saya

    BalasHapus
  15. Bangga akan kebudayaan sendiri, eksplore lebih dalam lagi, tulisan yang informatif

    BalasHapus
  16. Mantap, di tanah kelahiran sy Sumbawa juga mengenal istilah pertuq ini, semoga budaya pertuq ini bisa dipertahankan sebagai salah satu warisan kebudayaan kita, dan menjadi ciri khas Indonesia yg memiliki beragam kekayaan budaya.

    BalasHapus
  17. Mantapp. mari kita maju dan kenalkan produk budaya kita

    BalasHapus
  18. Dan seketika sakit kepala pun hilang, cukup dengan suara pertuk

    BalasHapus
  19. Pilihan tema tulisan yg keren dan menarik...
    Remaja Milenial yg tidak melupakan tradisi lokal daerah tercinta, salutπŸ‘

    BalasHapus
  20. Artikel yg Bagus.....
    Sekarang ada peretuq jarak jauh....πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  21. Saya pernah mencobanya
    karna Adanya pengalaman dari orang-orang terdahulu yang menunjukkan bahwa pengobatan tradisional pertuq terbukti berkali-kali menyembuhkan.πŸ‘ŒπŸ˜Š

    BalasHapus
  22. Artikel yg sangat digemari dalam penelitian tingkat dunia saat ini adalah kajian budaya serta kearifan lokal, semangat!!

    BalasHapus
  23. Ee..malah kebaca unknown bukan Ms. Sweety

    BalasHapus
  24. Tulisannya bagus.. Mari lestarikan terus budaya sasak.. πŸ’ͺπŸ’ͺ

    BalasHapus
  25. bagus topik yg diangkat, memperkenalkan tradisi pengobatan suku Sasak Lombok

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel