Wisata Budaya Kekinian di Pasar Karetan

Budaya adalah sesuatu yang harus kita pertahankan karena budaya menjadi salah satu ciri sebuah negara. Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddhayah, yang merupakan jamak dari kata buddi yang berarti budi atau akal. 

Yaitu semua hal yang berkaitan dengan akal dan budi manusia. Kata budaya ini diambil dari bahasa Latin Colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan kata Culture.

Budaya menyangkut kesemua aspek kehidupan manusia baik dari segi sosial, bahasa, adat istiadat, karya seni, makanan hingga sistem keagamaan. Dari hal tersebutlah dapat dinyatakan bahwa budaya adalah suatu nilai-nilai dan norma-norma yang terkandung dalam kehidupan manusia. Budaya ini berawal dari pola kehidupan manusia pada puluhan hingga adad-abad yang lalu kemudian secara turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang.

Namun perlu diketahui bahwa budaya dan kebudayaan itu berbeda. Budaya adalah sebuah nilai atau rasa dari suatu masyarakat sedangkan kebudayaan adalah hasil karya dari nilai atau rasa tersebut.
Contoh budaya adalah budaya Jawa. Budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari suku Jawa yaitu salah satu suku tertua di Indonesia. 

Orang-orang jawa dalam kehidupannya menerapkan filosofi budi luhur, budi pekerti dan etika. Budi luhur merupakan suatu ilmu pelajaran dalam kebudayaan Jawa atau biasa disebut budaya Kejawen. Budi luhur ini nantinya akan terwujud dalam budi pekerti. Budi pekerti adalah cara berperilaku seseorang dalam kehidupan yang kemudian membentuk sebuah etika.  

Etika merupakan suatu perwujudan yang menunjukkan perilaku seseorang, apakah memiliki budi luhur ataukah tidak. Ketiga hal tersebut sangat berkaitan dalam budaya Kejawen yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Sedangkan kebudayaan tercermin dari karya sei dari budaya Jawa ini. Salah satunya yaitu tari Serimpi. Tari ini biasanya dibawakan oleh 4 orang wanita dan diiringi dengan alunan musik gamelan. Tari ini melambangkan seorang wanita jawa  yang sopan santun dan sangat lemah gemulai. 

Namun seiring dengan berjalannya waktu, budaya Jawa yang diwariskan dari nenek moyang, lambat laun kian terkikis. Banyak remaja atau yang sering kita sebut sebagai kaum millenial enggan untuk memperlajari budaya jawa ini. Tentu hal yang sangat disayangkan. 

Oleh karena itu untuk lebih mengenalkan serta mempertahankan budaya jawa kepada masyarakat luas maka dibentuklah sebuah destinasi wisata digital market yang mengusung konsep budaya Jawa dan keasrian alam yang diberi nama Pasar Karetan.

Pasar ini didirikan atas inisiasi dari komunitas Generasi Pesona Indonesia atau GENPI  yang berada dibawah nauangan kementrian pariwisata Indonesia yang bekerja sama dengan warga sekitar. Wargapun dengan menyambut dengan antusias yang baik. 

Selain mengenalkan budaya Jawa yang dikemas dengan konsep wisata namun dengan adanya pasar ini dapat membantu perekonomian warga sekitar pasar Karetan.

Pasar ini terletak di kawasan perkebunan karet sehingga diberi nama pasar Karetan yang berlokasi di jalan Sasak 3, Krajan, Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dipasar ini pengunjung akan merasakan wisata alam dengan udara alam segar dan dihiasi ornamen-ornamen cantik. Hal pertama yang berkesan ketika mengunjungi pasar ini adalah nuansa budaya Jawa yang ada dipasar ini. 

Bagaimana tidak, para penjual di pasar ini menggunakan pakaian khas Jawa seperti kebaya lengkap dengan caping bambunya. Tak hanya itu barang yang dijual dipasar ini adalah makanan tradisional khas Jawa seperti cenil, ketan, lemper, pecel, ketoprak dan lai-lain. 

Minuman nya pun juga khas jawa seperti es cendol, es dawet, wedang ronde, aneka jamu dan lain-lain. Lapak yang digunakan untuk berjualan juga terbuat dari bambu dan beratapkan daun kelapa kering, sehingga mirip seperti saung. Hal ini menambah kesan khas pedesaan Jawa. 

Bagi yang senang dengan permainan yang menantang, dipasar ini terdapat permainan flying fox dan panahan. Kegiatan edukasi juga dihadirkan di pasar wisata ini diantaranya membatik motif khas Jawa Tengah, melukis hingga karaoke pun ada. Ditengah-tengah kawasan ini disediakan panggung jika terdapat pertunjukan menyanyi atau menari. 

Dalam hal pembayaran, pasar ini memiliki sistem tersendiri, yaitu menggunakan mata uang koin girik. Pengunjung harus menukarkan uang rupiah dengan uang girik jika ingin membeli makanan atau menikmati wahana yang ada diwisata ini. Koin ini bernilai sama dengan nilai mata uang rupiah, jika menukarkan uang Rp. 10.000 maka akan mendapat 10 koin girik. 
 
Konsep digital mareket yang diterapkan atas dasar tujuan agar wisata ini dapat dinikmati oleh semua kalangan, khususnya untuk kaum millenial yang tidak bisa lepas dari sosial media. Perkembangan sosial media seperti Instagram dan twitter mengubah pola wisata para pengunjung. 

Yang dulunya para pengunjung hanya sekedar menikmati pemandangan saja namun pada masa ini para pengunjung berburu sesuatu yang dapat ia unggah di sosial media. Oleh karena itu dipasar ini dilengkapi dengan spot foto cantik dengan latar belakang yang berbeda-beda seperti hiasan rangkaian caping bambu hingga pemandangan asri hamparan sawah hijau yang terletak disamping pasar. 

Hal inilah yang sekaligus digunakan oleh pengelola pasar Karetan untuk digunakan sebagai ajang promosi dan pemasaran. Sosial media anggap sebagai strategi yang efektif dan efisien untuk mengenalkan pasar karetan ini. 

Melalui akun instagram, pengelola akan aktif menginformasikan hal-hal yang berkitan dengan pasar karetan seperti event lomba, festival dan lain-lain.  

Namun, jangan harap pasar ini akan buka setiap hari ya, karena pasar ini hanya buka pada hari minggu saja. Hal ini disesuaikan dengan konsep pasar yaitu pasar wisata sehingga pasa ini hanya dibuka pada hari minggu dimana para pekerja kantor, siswa dan mahasiswa sedang libur. Biasanya pasar ini buka mulai pukul 08.00 WIB- 13.00 WIB. 

Saran buat kalian yang ingin berkunjung di pasar Karetan, usahakan datang di waktu pagi, karena dapat menikmati sensasi kesegaran alam serta jajanan yang dijual masih hangat sehingga pas untuk dijadikan sarapan pagi. 

Wisata pasar Karetan ini cocok untuk mengajarkan budaya Jawa yang asik yang dikemas secara menarik dan ringan untuk anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Wisata ini merupakan wisata yang mampu mengajarkan budaya Jawa secara ringan, namun sarat akan  nilai-nilai budaya Jawa dengan berbagai penak-pernik khas Jawa seperti adanya musik gamelan, makanan tradisional khas Jawa, hingga para penjual yang menggunakan baju adat Jawa ditambah dengan bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa dialek Jawa Tengah, membaut pasar ini cukup untuk kita bernostalgia atau merasakan budaya Jawa pada jaman dahulu. 

Hal seperti inilah yang patut kita kembangkan, menciptakan inovasi yang bermanfaat untuk semua pihak juga tidak meninggalkan kearifan budaya lokal. Itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Wisata Budaya Pasar Karetan . Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Uyun Sundari ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Wisata Budaya Kekinian di Pasar Karetan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel