Keindahan Pulau Labengki Bagaikan Surga Tersembunyi di Bumi Anoa

Bumi Anoa merupakan julukan bagi provinsi Sulawesi Tenggara. Provinsi ini terletak di Pulau Sulawesi bagian dari kawasan wallacea, sebuah kawasan yang dikenal sebagai wilayah istimewa dengan keunikan tersendiri karena banyaknya flora dan fauna yang dapat hidup di dalamnya serta kawasan peralihan antara benua Asia dan benua Australia. Selain itu, provinsi ini memiliki berbagai tempat wisata yang diibaratkan sebagai surga tersembunyi di bumi Anoa. Salah satunya adalah Pulau Labengki.

Objek Wisata 

Gambar 1: Pulau Labengki

Pulau Labengki memiliki keindahan alam yang luar biasa dan tidak kalah saing dengan destinasi wisata nasional yang sudah mendunia lainnya. Sebab keindahan pulau ini bagaikan Pulau Raja Ampat.

Sehingga banyak yang menyebut Pulau Labengki ini sebagai Raja Ampatnya Sulawesi karena destinasi ini bernuansa hampir sama dengan Raja Ampat yang terdiri dari karang-karang besar yang menjelang di atas Samudra di berbagai titiknya yang berpadu indah dengan warna laut biru toska.

Tidak hanya keindahan karang-karang besar yang menjelang di atas Samudra saja yang disajikan oleh Pulau Labengki ini. Akan tetapi keindahan bawah airnya juga sangat indah untuk dikagumi. Berbagai biota laut hidup di sini dan masih terjaga kealamiannya.

Di pulau ini juga banyak terdapat titik spot penyelaman yang sangat berkelas dan di perairan ini menjadi habitat spesies Kima atau kerang raksasa yang bisa mencapai besar sekitar 50 cm, dan Kima di sini tercatat sebagai Kima terbesar kedua di dunia. Sehingga di tempat ini pula menjadi tempat penelitian, konservasi, dan penangkaran Kima.

Selain berputar-putar mengeliligi pulau, menyelam ataupun snorkeling  di Pulau Labengki,  pengunjung juga bisa memancing. Berbagai ikan bisa didapatkan di sini seperti Barakuda, Kerapu, Tuna Sirip Kuning, Kakap merah, ataupun ikan Layar. Sesudah memancing hasilnya pun bisa menjadi sebagai barbeque untuk disantap.

Serta di pulau ini terdapat pantai berpasir putih dan rindangnya pohon kelapa, sembari istirahat pengunjung bisa membakar ikan yang didapat saat memancing tadi.

Ada satu pemandangan yang sangat memukau yang bisa disaksikan saat berkunjung di pulau ini yakni Teluk Cinta. Dinamakan Teluk Cinta karena teluk ini bentuknya seperti lambang hati. Memang tak bisa dilihat dari tepi pantainya langsung.

Akan tetapi harus disaksikan dari ketinggian baik dengan mendaki tebing ataupun menggunakan drone. Dari atas tampak lengkungan di tepi pantai yang akhirnya membentuk lambang hati dengan gradasi biru yang mengagumkan. Di Teluk Cinta ini ombaknya begitu tenang dan arusnya hampir tidak ada sehingga menjadi tempat rekomendasi untuk snorkeling wajib.

Gambar 2 : Teluk Cinta

Letak Pulau Labengki

Pulau Labengki terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat Kota Kendari. Akses Transportasi Menuju Pulau Labengki adalah sebagai berikut :

Kendari - Labengki
Kelebihan memilih akses ini yaitu bisa memilih jenis kapal sesuai kebutuhan dan harganya dapat ditawar. Ada 2 jenis kapal yang berangkat dari Kendari menuju Labengki, yaitu kapal besar kapasitas 60 orang dengan harga 5-8 juta rupiah tergantung lama sewa kapal dan kapal kecil berkapasitas 15 orang dengan harga 3 jutaan. Lama perjalanan yang ditempuh bisa sampai 5 jam dengan jarak 70 km.

Lasolo – Labengki
Akses ini melalui Pelabuhan Poliarut Lasolo dengan waktu tempuh 2 jam dan jarak 34 km.

Sawa – Labengki
Jalur ini adalah jalur terbaik dan tercepat. Dari Kendari menuju desa Sawa dapat di tempuh selama 1 jam lebih dan dari Sawa ke Pulau Labengki dapat ditempuh 1-2 jam. Harga kapal pun sangat bervariasi tergantung kapasitas muatannya.

7 Keindahan Pulau Labengki yang Bagaikan Surga Bumi Anoa


  1. Teluk Cinta. Teluk ini dinamakan Teluk Cinta karena bentuknya yang menyerupai lambang hati. Untuk melihat keindahan teluk ini bisa dengan tracking ke atas bukit atau menggunakan drone.
  2. Pantai Pasir Putih. Letaknya masih sangat sepi dan tersembunyi. Mirip seperti Pantai Cemara yang ada di Raja Ampat. Lokasinya pun belum banyak dikunjungi oleh para wisatawan.
  3. Perbukitan dan Pulau-Pulau kecil. Ketika melihat perbukitan dan gugusan pulau yang ada di tengah laut. Hal ini akan mengingatkan Wayag di Raja Ampat. Tidak heran jika Pulau Labengki mendapat julukan Raja Ampat Sulawesi.
  4. Spot snerkeling terkeren di Sulawesi Tenggara. Keindahan bawah laut dan kekayaan laut Indonesia Timur pastinya tidak perlu diragukann lagi. Pulau Labengki mempunyai keindahan bawah laut yag tidak kalah keren dengan Raja Ampat. Sehingga melakukan snerkeling sangat direkomendasikan untuk menikmati keindahan terumbu karang yang masih alami dan terjaga serta dengan adanya berbagai spesies ikan-ikan.
  5. Berkunjung melihat kehidupan warga asli Suku Bajo. Terdapat 100-an kepala keluarga yang tinggal di pulau ini. Karena di pulau ini belum terdapat penginapan maka bisa menginap di rumah warga tersebut.
  6. Gerombolan lumba-lumba yang berenang. Jika lagi beruntung dalam perjalanan menuju Pulau Labengki maka akan mendapati lumba-lumba yang berenang bebas di permukaan laut.
  7. Sunrise di tepi Pantai Pasir Putih. Disebabkan lokasi yang masih terpencil selain menginap di rumah warga bisa juga mendirikan tenda di tepi pantai. Sehingga saat bangun pagi akan disambut dengan dengan keindahan sunrise, kelembutan pasir putih, dan suara debur ombak yang menerpa seketika.


Pengalaman yang Diperolah Ketika Berkunjung di Pulau Labengki

Berbagai pemandangan yang memanjakan mata akan dilalui. Laut lepas membiru menghampar sejauh mata memandang. Daratan di Pulau Sulawesi di sisi kiri mengapit mengiri perjalanan. Sementara di sisi kanan jauh di sana terpampang gugusan pulau-pulau kecil menghiasi Perairan Banda Basin Utara seperti Pulau Bokori, Pulau Hari, Pulau Tiga, Pulau Saponda Laut Besar dan Kecil serta beberapa pulau lainnya.

Setelah hampir 4 jam perjalanan (tergantung cuaca), daratan Pulau Labengki sudah mulai terlihat jelas. Dengan mercusuarnya yang menjulang di sisi kanan. Dari sini kecepatan perahu kayu sengaja di kurangi. Gugusan pulau karang tidak berpenghuni mengapit di kiri dan kanan yang sangat indah bagaikan negeri dongeng rasanya. Setelah melewati pulau karang, kemudian akan nampak rumah-rumah penduduk yang berjejer di pesisir pantai. Inilah perkampungan Suku Bajo di Pulau Labengki.

Di pulau ini belum terdapat fasilitas seperti hotel, penginapan, atau warung makan. Sebaiknya bisa membawa makanan sendiri sebagai bekal ketika berada di sana atau Anda juga dapat menginap di rumah penduduk.

Karena banyak rumah penduduk yang menyediakan jasa penginapan dan makan. Biasanya harga yang diberikan sekitar Rp30.000 sekali makan dan sudah termasuk biaya penginapan di rumah tersebut. Tarif tersebut sudah termasuk sangat murah apalagi berada di wilayah terpencil seperti itu.

Banyak panorama indah pulau ini seperti “Goa Kolam Renang” yang letaknya persis di belakang permukiman warga. Di dalam gua tersebut sudah dialiri listrik dari generator kecil. Sehingga kondisi di dalam gua cukup terang dan airnya pun cukup dingin. Sementara batuan stalagmite menjulang, mengisi hampir di setiap ruangan di dalam gua.

Di Pulau Labengki ini memiliki air laut yang sangat jernih sehingga di kedalaman 5-10 meter masih terlihat jelas karangnya. Dan yang terakhir jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Teluk Cinta.

Untuk melihat langsung keindahan Teluk Cinta ini harus mendaki ke atas bukit. Perjalanan ke bukit tersebut disarankan memakai sendal atau sepatu khusus untuk tracking. Karena jalannya melewati jalanan tanjakan yang sempit, dihiasi karang-karang tajam sehingga harus sangat hati-hati.

Akan tetapi semua perjuangan akan terbayar ketika sudah sampai di puncak bukitnya. Akan tampak gugusan pulau kecil tidak berpenghuni menghiasi sekitar pesisir pantai. Sementara ketika kita melihat ke belakang tampak Teluk Cinta yang mempesona.

Perbedaan warna biru muda di pesisir pantai dan biru tua yang lebih dalam membentuk lambang cinta. Semakin berada di tempat yang lebih tinggi semakin jelas kelihatan lambang cinta tersebut.

Tips Traveling ke Pulau Labengki

Bagaimana ?
Awali perjalanan dari Kota Kendari ataupun akses lainnya, sebelum menghubungi penyewa perahu yang akan disewa ke Pulau Labengki. Dengan lama perjalanan 4-5 jam melintasi Perairan Banda Basin Utara.

Kapan ?
Waktu yang baik bulan Mei sampai September.-Hindari awal bulan Agustus karena gelombang cukup besar

Nomor yang bisa dihubungi?

  • Bapak Jupri pemilik perahu di Desa Wawutu : 085342282648
  • Bapak Fahda di Pulau Labengki Kecil : 081290727040
  • Berhubung sinyal telkomsel di Pulau Labengki belum terlalu bagus, bisa hubungi beliau lewat SMS.
Demikian tulisan mengenai Wisata Pulau Labengki hasil karya dari Ayu Dewi Widianingsih. Semoga dapat menjadi referensi bagi pembaca sekalian.


0 Response to "Keindahan Pulau Labengki Bagaikan Surga Tersembunyi di Bumi Anoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel